73 TKI Akhirnya Dipulangkan ke Jawa Tengah

METROSEMARANG.COM – Raut wajah lega tak bisa disembunyikan tatkala 73 tenaga kerja Indonesia yang sempat ditahan di Imigrasi Malaka, Johor Baru, Malaysia, akhirnya menjejakkan kakinya kembali ke Tanah Air.

Proses pendataan TKI yang baru tiba dari Malaysia, Sabtu (31/3). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Mereka dipulangkan ke Jawa Tengah setelah sempat ditahan Januari 2018 kemarin. Mereka tiba dalam tiga kloter berbeda pada hari ini, Sabtu (31/3).

Kloter pertama mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani berjumlah sembilan orang. Pesawat Lion Air yang mengangkut mereka tiba pukul 08.30 WIB.

“Kita kumpulkan dulu di kantor kami. Mereka semua kembali ke Indonesia karena selama dua bulan harus ditahan di Shelter Imigrasi Malaka, Malaysia sebagai saksi,” ujar Kepala Seksi Perlindungan Dan Pemberdayaan, BP2TKI Jateng Wilayah Semarang, Rodli, di terminal penumpang Bandara Ahmad Yani.

Ia menjelaskan setelah sembilan penumpang itu, selanjutnya ada 22 TKI lagi yang tiba siang hari. Kemudian 42 TKI lagi yang tiba untuk kloter terakhir pada sore hari.

Ia bilang penahanan para pejuang devisa di Negeri Jiran lantaran terdapat kesalahan dari pihak agensi Selangor yang mempekerjakan mereka di Malaka. Para TKI itu, kata Rodli sempat bekerja di pabrik kilang Dominant Opto Technologist SDN BHD.

Padahal, menurut informasi yang ia dapatkan, ada aturan baru yang berlaku di Malaysia bahwa setiap agensi harus menempatkan tenaga kerja asing sesuai daerah atau provinsi masing-masing di Malaysia.

“Ada aturan baru di Malaysia. Saya perkirakan aturan tersebut kurang disosialisasikan pemerintah Malaysia kepada setiap agensi. Sebab, akhirnya beberapa TKI yang sudah dua tahun bekerja di Malaka lewat agensi yang sama, harus tertahan juga selama dua bulan itu,” tuturnya.

Soal status 23 TKI yang sebelumnya dinyatakan lolos hukuman penjara, Rodli menyebut mereka akhirnya juga memilih balik ke kampung halamannya. Hal itu mengingat mereka tak nyaman lagi dengan perlakuan pihak perusahaan.

“Akhirnya, 23 TKI itu memilih ikut kembali ke Indonesia,”. Dengan adanya kasus ini, jika 73 TKI itu ingin balik kerja ke Malaysia, ia menyarankan harus memakai jasa PJTKI lain yang punya relasi agensi akurat.

“73 TKI ini disalurkan oleh PJTKI bernama PT Dian Yogya Permana. Memang mereka melakukan kesalahan, tapi kurang paham dengan aturan baru di Malaysia,” tukasnya.

Ditemui di tempat yang sama, Ida Iryani, seorang TKI asal Kebumen menyatakan sangat bersyukur bisa kembali ke Indonesia. “Alhamdullilah, bisa kembali lagi ke Indonesia. Saya asal Kebumen,” tuturnya. (far)

You might also like

Comments are closed.