8 Bulan Terkatung-katung, Ratusan Buruh Simoplas Telanjang Dada Geruduk Disnaker

METROSEMARANG.COM – Upah yang tak kunjung dibayarkan selama delapan bulan terakhir rupa-rupanya membuat ratusan buruh pabrik PT Simoplas Mangkang murka. Mereka akhirnya pada Kamis (23/2), menggelar long march sejauh kurang lebih 4 kilometer menuju kantor Disnakertrans Kota Semarang untuk meminta dukungan pemerintah menyelesaikan persoalan tersebut.

Ratusan buruh PT Simoplas menuntut pembayaran upah. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Sebagian buruh laki-laki bahkan nekat bertelanjang dada saat sampai di pusat kota Semarang, pukul 10.00 WIB pagi. Mereka lalu bergerak menuju kantor Disnakertrans untuk mengadukan nasibnya yang semakin tak jelas.

“Kita ingin lebaran besok bisa beli baju buat keluarga di rumah, pihak pabrik semena-mena tidak membayar upah dan kita langsung di-PHK,” kata Zaenudin, seorang buruh Simoplas saat menuju kantor Disnakertrans Jalan Ki Mangunsarkoro.

Menurutnya ada sebanyak 1.500 buruh yang tak dibayar upahnya oleh pihak pabrik. Dengan situasi yang carut-marut, manajemen pabrik justru kembali mempekerjakan 400 buruh lainnya.

Dalam kondisi serba terjepit itu, ia menyatakan mendesak kepada pengelola pabrik agar segera melunasi pembayaran gaji yang menunggak selama delapan bulan terakhir.

“Mereka harus membayar upah kita dan iuran BPJS selama setahun, saat ini kondisi manajemen sedang kacau sehingga kita mengadu ke Dinsosnakertrans,” akunya.

Sedangkan, Sri Lestari buruh Simoplas lainnya yang bekerja di bidang operasional mesin juga mengeluhkan kondisi serupa. Tunggakan gaji mulai muncul sejak Mei 2016 kemarin dan ternyata masih berlanjut hingga saat ini.

“Hidup saya sekarang serba sulit, apalagi saya di PHK dan tidak diberi pesangon sama sekali,” cetusnya.

Saat ini, ratusan buruh masih menggelar mediasi dengan pemilik pabrik Simoplas di kantor Disnakertrans. Hasil mediasi akan diumumkan pada sore hari nanti. (far)

You might also like

Comments are closed.