8 Cara Bahagia untuk Para Jomblo

Ilustrasi
Ilustrasi

ADA banyak cara untuk menjadi seseorang yang bahagia dan penuh cinta. Anda tidak harus memiliki kekasih untuk bisa merasa bahagia dan dipenuhi oleh cinta. Sebab, Anda bisa merangsang otak untuk memproduksi hormon oksitosin yang juga dijuluki sebagai hormon cinta.

Hormon oksitosin baik untuk kesehatan kita. Lebih banyak oksitosin di tubuh Anda sama saja artinya dengan menjauhkan resiko penyakit kardiovaskular dan memperbaiki imunitas tubuh. Bagaimana cara meningkatkan produksi hormon oksitosin?

1. Berpelukan. Berpelukan membantu keluarnya hormon ini, sekalipun jika Anda berpelukan dengan orang yang belum pernah Anda kenal sama sekali.

2. Berjabat tangan. Jika Anda tidak sanggup berpelukan dengan orang asing, cobalah untuk memodifikasi cara Anda berjabat tangan, misalnya dengan menaruh tangan lain di atas tangan yang bersalaman. Bagaimanapun juga, sentuhan diperlukan untuk merangsang keluarnya hormon oksitosin. Kontak mata juga membuat efek sentuhan makin dahsyat.

3. Menonton film romantis. Menonton film romantis yang menggugah sisi emosional ternyata dapat meningkatkan produksi oksitosin hingga 47 persen. Mengapa? Sebab otak kita memaknai plot cerita dan karakter seolah-olah kisah dalam film terjadi di depan kita.

4. Karaoke. Bernyanyi adalah pemicu keluarnya oksitosin. Dan berkaraoke bersama orang-orang terdekat bisa membantu kita lebih rileks sehingga produksi oksitosin pun lebih banyak.

5. Menari. Menari ternyata meningkatkan produksi oksitosin hingga 11 persen. Menari juga membuat seseorang merasa dekat dengan orang lain.

6. Melakukan sesuatu yang memicu adrenalin dapat membangun klik dengan orang lain, misalnya bungee jumping, naik gunung, outbound. Lihatlah bagaimana para polisi dan tentara memiliki ikatan kuat satu sama lain, dan contohlah.

7. Bahagiakan orang lain di sekitar kita, misalnya dengan mentraktirnya makan atau memberinya kado ulang tahun. Hal ini sepele, namun dapat menimbulkan rasa bahagia pada diri kita.

8. Berjejaring sosial. Berjejaring sosial ternyata bisa meningkatkan jumlah hormon oksitosin bagi mereka yang saling berinteraksi. Semakin dalam interaksinya, semakin banyak jumlah hormon yang keluar. (ren)

 

activate javascript

You might also like

Comments are closed.