Abraham Samad Sebut Korupsi Telah Berevolusi

METROSEMARANG.COM – Korupsi di Indonesia bukan hanya sebuah extraordinary crime atau kejahatan luar biasa tapi juga merupakan kejahatan laten yang telah berevolusi. Hal ini diungkapkan oleh mantan pimpinan KPK Abraham Samad, Rabu (18/1) di auditorium I kampus I UIN Walisongo Semarang.

Abraham Samad (tengah) saat berada di UIN Walisongo, Rabu (18/1). Foto: metrosemarang.com/yulikha ekvitri

Abraham Samad menegaskan saat ini seluruh bangsa Indonesia harus menyiapkan energi untuk menghadapi kejahatan luar biasa tersebut. Langkah pertama, kata dia yaitu semua warga harus paham apa itu korupsi. Dengan pemahaman tersebut maka barulah korupsi bisa diperangi.

“Tidak perlu banyak pengetahuan cukup sedikit saja, bahwa korupsi itu adalah segala hal yang menyimpang,” tegasnya.

Lebih jauh lagi, ia menuturkan saat ini korupsi telah mengalami evolusi. Bahkan bentuk korupsi juga bermetamorfosa. Dulu menurutnya, korupsi itu dilakukan dengan cara sederhana dan tingkat bawah. “Dulu itu cuma pungutan liar saja, tapi sekarang ada itu pencucian uang, ini bentuk metamorfosa korupsi,” imbuhnya.

Evolusi korupsi ini juga tampak dari para pelaku. Abraham mengklaim jika dulu pelaku hanyalah orang tua dengan usia di atas 40 tahun. Namun saat ini pelaku adalah kaum muda. Lebih luar biasanya korupsi kini justru dilakukan oleh orang-orang dengan tingkat pendidikan menengah ke atas.

Inilah yang menurutnya membuat korupsi disebut sebagai mejahatan kerah putih. “Tidak mungkin orang berpendidikan rendah itu tahu korupsi dengan pencucian uang, pelaku itu orang-orang berpendidikan,” tegasnya.

Bertahannya korupsi di negeri ini lantaran begitu permisifnya rakyat terhadap kasus korupsi. Sikap apatis dan skeptis ini nantinya akan membuat korupsi makin subur. Meski menurutnya sikap ini muncul lantaran dampak korupsi yang tidak bisa langsung dirasakan, selayaknya pencopetan yang dapat langsung dirasakan.

“Membiarkan korupsi begitu saja maka kalian itu juga bagian dari pelaku korupsi, maka marahlah mihat korupsi seperti marah saat kalian dirampok!” tandasnya. (vit)

You might also like

Comments are closed.