Ada Indikasi Pencucian Uang, Polisi Telusuri Aliran Dana Deposito Pemkot

Diah Ayu K didampingi pengacaranya, menjalani pemeriksaan di ruang Tipikor Polrestabes Semarang. Foto: metrosemarang/ilyas aditya
Diah Ayu K didampingi pengacaranya, menjalani pemeriksaan di ruang Tipikor Polrestabes Semarang. Foto: metrosemarang/ilyas aditya

SEMARANG – Penyidik Unit Tipikor Polrestabes Semarang akan mengembangkan hasil pemeriksaan terhadap Diah Ayu Kusumaningrum, untuk mengetahui aliran dana Kasda senilai Rp 22,7 miliar. Salah satunya dengan melakukan kroscek ke PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan).

Kepala Unit Tipikor Sat Reskrim Polrestabes Semarang, AKP Zaenul Arifin, mengatakan, penyidik akan mengembangkan ke ranah TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Akan kami telusuri TPPUnya, siapa saja penerimanya, untuk apa. Kami masih urai kasus yang masih misteri ini, supaya terang semua. Kami komitmen untuk itu,” kata Zaenul saat ditemui di kantornya, Selasa (12/5).

Pada pemeriksaan kali ini, pembuat empat rekening misterius atas nama Kasda Pemkot Semarang juga sudah terungkap. Dimana pembuatnya tak lain adalah Diah Ayu sendiri. Kendati demikian, terkait  siapa yang memerintahkan yang bersangkutan, masih ditelusuri oleh penyidik.

Seperti yang diketahui, empat rekening misterius  itu diketahui berisi sekira Rp 596juta, dan juga  tersimpan di BTPN. Rekening itu sendiri diketahui mulai ada pada tahun 2012. Rinciannya, saldo rekening giro Rp 82.228.447 dan saldo tiga deposito dengan total Rp 514.000.000.

“Sudah kami blokir rekeningnya. Itu rekening tak bertuan. Itulah hebatnya DAK. Pada waktu itu, dia memang sangat dipercaya. Bahkan hanya dengan menelepon saja, dipercaya mengelola uang Kasda (Pemkot Semarang), meskipun yang bersangkutan ada di Jakarta,” bebernya.

Diah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka raibnya deposito Pemkot Semarang yang disimpan di BTPN, Selasa (12/5). Dia diperiksa selama sekitar enam jam, mulai pukul 12.00. (yas)

You might also like

Comments are closed.