Ada Tradisi Syawalan, Arus Balik Dialihkan ke Jalan Lingkar Kaliwungu

Kepadatan arus lalu lintas di Pantura Kaliwungu, Kendal. Foto: metrojateng.com
Kepadatan arus lalu lintas di Pantura Kaliwungu, Kendal. Foto: metrojateng.com

KENDAL – Kepadatan arus balik masih terjadi di jalur Pantura Kaliwungu, Kendal pada H+6 Lebaran, Kamis (23/7). Untuk mengurai kepadatan kendaraan, Satlantas Polres Kendal mulai melakukan rekayasa dengan mengalihkan arus lalu lintas ke jalur lingkar Kaliwungu.

Pengalihan lalu lintas tersebut untuk mengantisipasi kemacetan di depan Masjid Al Mutaqqin, tempat berlangsungnya tradisi Syawalan. Kendaraan dari arah timur dialihkan ke jalur lingkar Kaliwungu. Hanya kendaraan pribadi dan warga yang hendak berziarah dan berkunjung ke tradisi Syawalan, diperbolehkan masuk ke Kaliwungu.

Kasat Lantas  Polres Kendal AKP Dedy Kasiadi mengatakan,  saat ini di pusat kota Kaliwungu dipenuhi pedagang kaki lima yang berjualan di tepi jalan, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan. “Kami juga memasang barikade sepanjang jalan serta menempatkan anggota mengatur lalu lintas dan pengalihan arus jika ada kepadatan pengunjung Syawalan,” katanya.

Kendaraan umum yang berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang juga diarahkan di satu titik sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. “Untuk penyeberang jalan yang akan ke alun-alun Kaliwungu kita atur petugas agar tidak saling serobot yang bisa mengakibatkan kemacetan,” imbuhnya.

Polisi sudah mengantisipasi kepadatan pengunjung saat malam midodareni, dengan menutup akses menuju alun-alun Kaliwungu dan membuka kantong parkir di sekitar Pasar Pagi dan Kalibendo. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.