Adena Kartika Sari: Total Belajar Tari Tradisional

Adena Kartika Sari Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Adena Kartika Sari
Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

JARI lentik dan postur tubuh yang ideal, mempertegas kecintaan Adena Kartika Sari (19) dengan dunia tari yang sudah ia geluti sejak SMA. Mahasiswi Ekonomi Akuntansi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang ini sekarang fokus belajar tari tradisional di salah satu organisasi kampusnya.

“Dulu aku lebih di modern dance, setelah kuliah belajar tari tradisional. Awalnya aku kira tari tradisional itu aneh, tapi ternyata asik dan gak sesulit seperti yang aku bayangin,” bebernya kepada metrosemarang.com, Selasa (6/1).

Sebagai mahasiswi kampus Islam, anggota departemen tari Teater Es-A tersebut merasa sering kerepotan saat pentas tari di kampusnya karena harus menyesuaikan kostum dan gerakan. “Kalau tari kan gerakannya harus total, sedangkan kita harus pakai rok panjang dan berjilbab,” imbuhnya.

Tari tradisional memberi dampak positif bagi Adena. Gadis asal Kendal ini mengaku menjadi lebih feminin dan teliti. Terkait kuliahnya, mahasiswi semester 3 itu juga mengaku nilai setiap semesternya terus naik. “Jadwal latihan tari seminggu tiga kali dan udah disesuaikan dengan jadwal kuliah,” tambahnya.

Bersama teman-teman Teater Es-A, gadis yang pernah meraih juara 3 dance tingkat SMK se-Kabupaten Kendal tersebut berencana membuat acara parade tari Nusantara di Unissula pada ajaran baru tahun ini.

Prestasi memang tidak menjadi tujuan utama penyuka masakan rendang ini untuk menekuni tari yang sudah menjadi hobinya. Baginya, mendapat restu dari orang tua dan memberi yang terbaik untuk organisasi dan kampusnya merupakan kebahagiaan yang patut ia syukuri.

“Sebenarnya aku juga pingin belajar tari kolosal dan kontemporer, tapi untuk sekarang lebih baik fokus tari tradisional dulu,” cetusnya. (ans)

activate javascript

You might also like

Comments are closed.