Adit Bersyukur Bisa Selamat Meski Sempat Tenggelam di Bendungan Pleret

METROSEMARANG.COM – Teguh Aditya, salah satu korban selamat dari tiga bocah yang tenggelam di bendungan Pleret Sungai Banjir Kanal Barat masih terlihat syok saat melihat proses pencarian temannya, Dimas, Jumat (8/4) siang. Pelajar SMP Trimulya Semarang tak menyangka kebiasaan mereka bermain perosotan bakal mendatangkan petaka.

Menurut Adit, dia dan Dimas sebenarnya bermaksud menolong Yuda, warga Srinindito, Semarang Barat. “Yang tercebur duluan Yuda, saya sama Dimas ingin menolong, tapi kita masuk semua. Dimas pas tercebur tidak kembali lagi,” kata Adit.

Proses evakuasi korban tenggelam di Bendungam Pleret Sungai Banjir Kanal Barat, Jumat (8/4). Foto: metrosemarang.com/MS-02
Proses evakuasi korban tenggelam di Bendungam Pleret Sungai Banjir Kanal Barat, Jumat (8/4). Foto: metrosemarang.com/MS-02

Dengan nada terbata-bata, Adit pun mengungkapkan jika mereka memang gemar bermain perosotan setiap pulang sekolah. “Sudah empat kali perosotan tidak apa-apa. Saya belum kasih tahu ke orang tuanya,” tutur warga Jalan Dr Ismail, Simongan, Semarang Barat ini.

“Saya sempat teriak minta tolong hingga ada orang datang selamatkan saya dan Yuda,” ujarnya.

Dimas, warga Bulustalan 5 Semarang Selatan ditemukan tak bernyawa, sekitar pukul 14.30 atau setengah jam setelah tercebur. Korban kemudian diangkat ke darat kemudian dibawa ke RS Kariadi memakai mobil ambulan. (din)

 

You might also like

Comments are closed.