Aditya Agunk: Bebaskan Murid Pilih Aliran Sulap

Aditya Agunk Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Aditya Agunk
Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

TEKUN dalam mempelajari segala jenis aliran sulap sejak 2005 hingga 2007, membuat Aditya Agunk merasa ingin berbagi dengan generasi muda lain yang ingin belajar sulap. Akhirnya, pada 2008 dia memutuskan untuk membuka kelas sulap.

“Murid yang sudah saya ajarkan sudah tidak terhitung,” kata pemuda kelahiran Kendal 26 tahun lalu ini. Menurut pemuda yang tergabung dalam Impossible Magic Management ini, mempelajari sulap adalah hal yang mudah.

“Mempelajari trik sulap hanya butuh beberapa menit saja. Perlu digaris bawahi, sulap tidak hanya sekadar trik, melainkan seni dan entertain sehingga faktor keindahan di panggung sangatlah penting,” paparnya. Dia menegaskan, ketika belajar sulap, berarti orang tersebut juga mempelajari public speaking dan teknik teaterikal.

Untuk menunjang pelajaran sulap di rumahnya, dia sudah menyediakan panggung mini yang dapat langsung digunakan muridnya untuk simulasi. Namun jika muridnya ingin belajar di tempat lain, Aditya juga bersedia mengikuti keinginan murid sulapnya.

Aditya tidak memaksakan muridnya untuk mempelajari aliran sulap tertentu. Awalnya, murid akan mempelajari sulap secara umum. Satu atau dua bulan kemudian, Aditya akan mengarahkan aliran yang lebih sesuai dengan murid.

“Nanti akan terlihat kecenderungan orang tersebut, apakah lebih cocok ke mentalis, ilusionis, close up magic atau aliran sulap lain. Saya hanya akan mendorongnya untuk memaksimalkan potensi yang dia miliki,” pungkasnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.