Agar Harga Tak Melonjak, Jelang Ramadan Jangan Kalap Belanja

SEMARANG – Menjelang bulan Ramadan, kenaikan harga Sembako kerap kali terjadi. Hai ini disebabkan karena permintaan masyarakat yang melonjak drastis pada saat memasuki bulan puasa.

JUliari batubara
Anggota DPR RI, Juliari P Batubara menggelar Sembako Murah menjelang Ramadan di Kecamatan Candisari Kota Semarang, Jumat (4/4). (Foto: metrosemarang.com/ade lukmono)

Untuk menghindari terjadinya kenaikan harga barang, masyarakat diminta untuk tidak berlebihan dalam berbelanja. Dengan demikian, pedagang tidak akan menaikkan harga semaunya hanya dikarenakan tingginya angka permintaan barang.

“Kami di Dewan juga akan turun langsung memastikan kenaikan harga barang. Kalau harganya naik dalam batas wajar masih bisa ditoleransi. Presiden pun sudah membentuk Satgas Pangan untuk mengatasi kenaikan harga,” ungkap Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Juliari P Batubara dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Candisari Kota Semarang, Jumat (4/4).

Dalam kesempatan tersebut, Juliari juga menggelar Pasar Sembako Murah sebagai persediaan stok Sembako bagi masyarakat Candisari. Dengan demikian, tingkat permintaan barang di pasar menjelang Ramadan tidak terlalu tinggi karena masih memiliki simpanan di rumah masing-masing.

Camat Candisari, Moeljanto mengatakan sebanyak 550 paket Sembako dibagikan kepada warganya yang kurang mampu. Sembako seharga sekitar Rp 90.000 dilepas dengan harga Rp 50.000.

“Sasarannya adalah ibu PKK Dasawisma dan orang kurang mampu. Memang kami lebih memilih penerima perempuan karena yang memegang peranan penting dalam konsumsi rumah tangga adalah para ibu-ibu,” ungkapnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.