Agung BM Minta Program PLTSa Digarap Maksimal

METROSEMARANG.COM – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Agung Budi Margono meminta Pemerintah Kota Semarang tidak cepat puas. Meskipun baru saja mendapatkan anugerah Piala Adipura enam kali secara berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pengelolaan sampah di TPA Jatibarang diharapkan bisa menghasilkan benefit bagi Pemkot Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

”Jangan hanya (bangga) mewujudkan kota yang bersih dan ramah lingkungan. Tetapi juga harus benar-benar mampu menjaga pengelolaan secara berkelanjutan. Misalnya bagaimana pengelolaan sampah bisa menciptakan benefit,” kata wakil rakyat dari Fraksi PKS ini, Jumat (4/8).

Salah satunya, dia berharap inovasi program Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang sudah direncanakan oleh Pemkot Semarang nantinya bisa maksimal. Sebab ini menjadi salah satu program yang dicita-citakan bersama.

”Pemerintah harus mulai berpikir agar produksi sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Jatibarang bisa berkurang. Jangan sampai TPA ini overload,” tegas Agung BM.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, saat ini produksi sampah Kota Semarang sebanyak 1.100 ton per hari, yang diangkut ke TPA Jatibarang 850 ton per hari. Proyek PLTSa di TPA Jatibarang, Kelurahan Bambangkerep, Kecamatan Mijen, diakui menjadi salah satu terobosan pengelolaan sampah.

Pembangkit listrik berbasis sampah ini ditargetkan dapat menghasilkan potensi energi listrik 10 Megawatt per hari. ”Tumpukan sampah yang menghasilkan gas methan diolah untuk menggerakkan turbin sehingga menghidupkan generator sebagai pembangkit listrik,” terangnya.

Untuk program PLTSa ini ada dua jenis pengerjaan yang akan dilakukan, yaitu landfill gas yang mulai Agustus ini akan mendatangkan alat-alat untuk pelaksanaan pekerjaan. Sedangkan untuk tahap dua sedang proses penyempurnaan FS (Feasibility Study) atau studi kelayakan. (duh)

You might also like

Comments are closed.