Agung Komunitas Harapan Berpulang

komunitas harapan
foto: Facebook/Agung Setia Budi

METROSEMARANG – Agung Setia Budi atau yang biasa dikenal sebagai Agung Komunitas Harapan tutup usia di umur 42 tahun. Founder Komunitas Harapan Semarang ini mulai menggagas komunitas yang konsentrasi di pembinaan anak-anak kurang mampu sejak 2 Januari 2013.

Tidak hanya keluarga dan rekan, Agung juga meninggalkan 45 anak-anak yang bergabung di Komunitas Harapan. Mereka semuanya berasal dari daerah Kampung Sumedeban, Johar dan sekitarnya.

Koordinator Komunitas Harapan, Dodi Susetiadi mengatakan, akan menjalankan pesan Agung yang menginginkan Komunitas Harapan tetap ada dan memberikan manfaat kepada semua orang. “Meskipun dirinya sudah tidak ada, Agung berpesan dan beharap komunitas ini harus tetap ada,” kata Dodi.

Sebelum meninggal, Agung sempat dirawat di Rumah Sakit. Dalam menjalani perawatan di hari ketiga opname, Agung sempat menolak untuk melakukan tindakan medis cuci darah. “Aku mati ora apa-apa. Tapi aku ora gelem mati gara-gara cuci darah. (Aku mati tidak apa-apa. Tapi aku tidak mau mati gara-gara cuci darah),” kata Dodi menirukan Agung saat itu.

 Agung Setia Budi
Founder Komunitas Harapan Semarang 
Kampung Sumedeban no 104, RT 3 RW 4, Gang Inspeksi Kyai Damar Pasar Johar, Kauman
Lahir : Semarang, 1 Januari 1976
Wafat: 17 April 2018 pukul 14.40
Dimakamkan: 18 April 2018
Umur: 42 tahun

Keluarga kemudian menjalankan amanah Agung yang tidak ingin melakukan cuci darah. Hingga akhir hayat, Agung ditemani beberapa rekan dan Komunitas Harapan. Meskipun Agung sudah tiada, pesan yang akan tetap dihidupkan oleh mereka yang kenal dekat dengan Agung adalah ‘Berbuat Baik Harus Nekat’.

Pesan itu yang selalu terngiang sehingga kerap kali Agung dikenal sebagai Agung Nekatzz. Motto hidup Agung tersebut pula yang menjadi slogan dari Komunitas Harapan. (ade)

Comments are closed.