Agus Muryanto: Jeli Menata Lingkungan Industri

Agus Muryanto Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Agus Muryanto
Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

BUTUH kejelian saat harus menata wilayah dengan heterogenitas masyarakat di dalamnya. Keputusan membentuk Paguyuban Lingkungan Industri Tambakaji (Pelita) menjadi salah satu solusi yang dipilih Agus Muryanto untuk mengatasi masalah tersebut.

Dengan adanya Pelita yang berdiri sejak 2011, Lurah Tambakaji, Ngaliyan ini bisa lebih mudah mengontrol dua tipe masyarakat yang harus diurusinya, yaitu masyarakat biasa dan masyarakat industri. Dengan tipikal yang berbeda, praktis dibutuhkan penanganan yang berbeda pula. Sehingga, lurah asli Brebes ini menuntut para stafnya untuk lebih cerdas dan tegas.

“Perselisihan antara masyarakat biasa dan industri tentu pernah terjadi. Kebanyakan permasalahan akses jalan ke pabrik yang sering rusak dan pencemaran. Namun setelah terbentuk Pelita, alhamdulillah semuanya bisa teratasi,” ungkapnya kepada metrosemarang.com, Senin (2/2).

Asal mula berdirinya Pelita mungkin tak hanya dari permasalahan itu saja. Alumni Fakultas Hukum Unissula ini mengaku saat pertama kali bertugas pada tahun 2010, Kelurahan Tambakaji yang dalam bayangannya adalah kawasan industri, ternyata hanya lingkungan industri.

“Dengan adanya Pelita saya lebih mudah mengontrol industri-industri yang ada. Industri di sini secara kawasan sudah legal, namun secara perizinan belum. Sehingga belum bisa dikatakan kawasan industri, melainkan hanya lingkungan industri,” jelasnya.

Selain itu, Pelita juga menjadi jembatan bagi Agus untuk bisa merekomendasikan warganya saat industri-industri membutuhkan karyawan. “Menjadi pelayan masyarakat harus selalu sehat jasmani dan rohani, karena ini amanah,” pungkas bapak 51 tahun itu. (ans)

 

 

You might also like

Comments are closed.