Ahmadi, Dorong Optimalisasi Zakat di Jateng

Kakanwil Kemenag Jateng, Ahmadi Foto: metrosemarang.com/abdul arif
Kakanwil Kemenag Jateng, Ahmadi
Foto: metrosemarang.com/abdul arif

 

METROSEMARANG.COM – Bagi Ahmadi, spirit berbagi kepada sesama memiliki potensi besar untuk memperkuat ukhuwah (persatuan). Untuk itu, lelaki yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jateng itu selalu berupaya membiasakannya. Dia terinspirasi dari semangat seorang guru. Guru, menurut dia, selalu berbagi ilmu pengetahuan termasuk keteladanan kepada siapapun.

Semangat itu pula yang mendorong dirinya untuk aktif membumikan gerakan zakat di wilayah Jateng. Hampir di setiap kesempatan saat berkunjung ke daerah, Ahmadi selalu memotivasi orang-orang di bawah naungan Kemenag untuk mengelola zakat agar lebih optimal. Baik melalui kelembagaan maupun perseorangan.

Lelaki kelahiran Hulusungai Selatan, Kalimantan Selatan 6 April 1959 itu menilai, zakat di Jateng memiliki potensi yang sangat besar untuk menuntaskan kemiskinan. Terlebih di wilayah Jateng yang notabene keberagamaannya sangat tinggi sehingga lebih mudah disentuh. Ahmadi sudah menyiapkan strategi untuk itu. Yaitu melalui pengembangan lembaga resmi yang sudah ada, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Menurut dia, pengelolaan Baznas harus dilakukan secara profesional. Amil yang mengelola harus memiliki kompetensi dan kemampuan yang baik. Meliputi teknik pengumpulan, memberdayaan dan mengembangkan aset yang dimiliki Baznas.

“Kami berharap teman-teman di Baznas berkomitmen. Apa yang dikerjakan di Baznas merupakan pekerjaan utama. Memiliki etika kerja dalam mengelola. Saat ini Baznas mulai berkembang baik. Secara hukum sudah ada. Tinggal kembali lagi seberapa baik komitmen kita,” katanya saat berbincang dengan metrosemarang.com.

Ahmadi mengungkapkan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu telah meluncurkan gerakan zakat di kalangan PNS, BUMN/BUMD Pemprov Jateng. Hal itu hendaknya disikapi dengan baik. Dengan adanya gerakan itu, secara struktural semua instansi siap melaksanakan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah dibentuk.

Ahmadi melanjutkan, Baznas juga perlu melakukan pendataan yang akurat. Sebab, sistem informasi dan data informasi yang akurat sangat penting. Selain itu, pengelolaan zakat harus dilakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang kurang mampu.

“Saya ingat kata Pak Ganjar. Raskin (beras miskin) dll itu tak mensejahterakan. Itu hanya memenuhi kebutuhan sesaat. Yang nensejahterakan itu membagi, membimbing dan memberikan pendidikan. Tiga hal itu penting,” katanya. (CR-06)

Comments are closed.