Air Hujan jadi Solusi Pemenuhan Air Bersih di Semarang

METROSEMARANG.COM – Air hujan diusulkan dapat dimanfaatkan sebagai air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga masyarakat di Kota Semarang. Karena kebutuhan air bersih belum dapat dipenuhi oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Ilustrasi. Air hujan potensial dijadikan sumber air bersih. Foto: metrosemarang.com/dok

Hal itu merupakan usulan hasil penelitian tim Pusat Studi Lingkungan Manusia dan Bangunan (LMB). Pemkot Semarang bekerjasama dengan perguruan tinggi mengadakan penelitian itu dengan pendanaan dari Mercy Coprps-Rockeffeler Foundation.

Hasil penelitian berjudul Pemanenan Air Hujan untuk Air Bersih di Kota Semarang kemudian disosialisasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang di balai kota, Rabu (24/5).

”Sosialisasi ini untuk memberikan referensi dan informasi kepada masyarakat terkait adanya hasil penelitian baru di Kota Semarang,” kata Kepala Bidang Litbang Bappeda Kota Semarang, Satya Hadi, pada acara tersebut.

Dijelaskan, bahwa dari hasil penelitian sumber air bersih masyarakat Semarang disuplai dari PDAM, sumur air tanah, air permukaan sungai dan air hujan. Untuk PDAM sebagai penyedia air bersih jumlahnya kurang memenuhi. Jangkaun distribusi wilayahnya juga ternyata masih terbatas. Di samping harganya juga mahal.

Sementara untuk sumur air tanah jumlah cadangan air tanah di Semarang ini sudah sangat berkurang. Namun untuk pengembalian air ke dalam tanah ternyata sangat lambat. Dan intrusi air laut (asin) juga semakin masuk ke wilayah permukiman di kota.

Yang dikhawatirkan dari pengambilan air tanah secara terus menerus, adalah akan menimbulkan erjadinya penurunan muka tanah, rob, hingga meluasnya genangan serta terjadinya tanah tandus.

Sedangkan penggunaan air permukaan sungai, kata Satya Hadi, dari penelitian air permukaan sungai di Semarang kondisinya kotor. Karena sedimentasi tanah dan mengandung banyak polutan rumah tangga dan industri.

Atas semua hal itu, air hujan menjadi solusi yang paling memungkinkan dijadikan sumber untuk memenuhi kebutuhan air bersih di masyarakat. ”Dari penelitian diketahui air hujan baru dimanfaatkan secara terbatas di daerah atas oleh masyarakat secara individu atau pemukinan tertentu,” terangnya.

Air hujan dapat dijadikan sumber air bersih, karena curah hujan di Semarang cukup besar. Selain itu banjir sering terjadi sehingga pemanfaatannya dapat mengurangi potensi banjir. Air hujan jika dimanfaatkan maksimal juga bisa mengurangi potensi longsor, dan menjadikan daya tampung drainase menjadi memenuhi.

”Tapi untuk dapat dimanfaatkan, butuh instalasi pemanenan air hujan agar menjadi air bersih. Sudah ada pilot projectnya yaitu di SD Negeri Tandang 3 dan di 5 rumah warga Kelurahan Wonosari. Sistem filtrasi ini agar air hujan menjadi layak konsumsi sebagai air bersih,” pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.