Air Tanah Semarang Disedot 44.500 Meter Kubik Per Hari

Ilustrasi Foto Metrosemarang/dok warta bromo
Ilustrasi
Foto Metrosemarang/dok warta bromo

 

METROSEMARANG.COM – Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang tiap tahun mengeluarkan izin dan memperpanjang izin sumur air tanah. Izin itu diberikan kepada beberapa perusahaan, instansi pemerintah, rumah sakit, hotel, hingga perorangan.

Menurut salah satu staf Dinas PSDA-ESDM, di Semarang terdapat lebih dari 500 titik pengambilan air tanah. Akibatnya, pengurangan air tanah di Semarang mencapai 44.500 meter kubik per hari. “Sebagian besar izin dikeluarkan untuk industri, hotel, dan perkantoran,” kata sumber yang enggan disertakan identitasnya tersebut, Jumat (30/10).

Pengambilan air tanah yang terkesan ekploitatif inilah yang mengakibatkan kekeringan terjadi di Kota Semarang. Selain itu, penyedotan air tanah yang dilakukan ugal-ugalan juga mengakibatkan permukaan tanah di Kota Semarang menjadi semakin rendah.

Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang, M Farchan mengatakan, pengambilan air tanah ini sebaiknya dibatasi, terlebih sudah ada PDAM Tirta Moedal yang bisa menyuplai dari air permukaan yang dirasa lebih ramah lingkungan. Namun diakuinya, saat ini PDAM masih dalam proses penambahan jumlah sumber air permukaan baru untuk melayani kebutuhan air.

“Padahal paling besar pengambil air tanah adalah hotel, dan perusahaan. Dan pertumbuhan mereka (hotel dan perusahaan) cukup pesat di Kota Semarang. Mereka pun tidak banyak yang berlangganan PDAM,” kata dia.

Pada 2011 lalu, sebenarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan mengendalikan eksploitasi air tanah. Pemkot bersama DPRD Kota Semarang juga sepakat akan membebani pengambil air tanah dengan pajak maksimal 20 persen dari nilai perolehan air tanah.

Hal itu setelah pajak air tanah yang sebelumnya dikendalikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dialihkan ke Pemkot Semarang. Sayangnya aturan ini tak berjalan dengan optimal. (ade)

You might also like

Comments are closed.