Akhir-Akhir Ini Kepanasan di Semarang? Ini Sebabnya

Cuaca terik di Semarang Foto: metrosemarang.com

METROSEMARANG – Stasiun Klimatologi BMKG Klas I Kota Semarang menyatakan, sejumlah wilayah mulai memasuki pancaroba dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Menurut Iis Harmoko, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas I Kota Semarang, kelembapan udara di sejumlah wilayah mengalami peningkatan yang bervariatif berkisar 60-70 persen.

Sehingga kondisi tersebut membuat suhu udara cenderung lebih hangat. “Suhu yang lebih hangat membuat udara lebih hangat, itu salah satu tanda bahwa sebagian wilayah Jateng sudah memasuki masa pancaroba menuju musim kemara. Biasanya cuaca jarang terjadi hujan meskipun di hawanya sangat gerah,” ungkap Iis saat dikontak wartawan, Jumat (13/4).

Iis menjelaskan musim pancaroba akan terjadi dalam rentang dua bulan ke depan mulai dari wilayah Pantura barat, Pantura timur sampai menuju Wonogiri, pegunungan tengah meliputi Kabupaten Banyumas dan Wonosobo.

Ia menyebut adanya peralihan musim dipicu angin timuran yang lebih dominan sehingga membuat udara terasa kering. Karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat setempat supaya menjaga kesehatannya terutama saat beraktivitas di jalan raya.

Masyarakat juga diminta memperbanyak meminum air putih untuk mencegah dehidrasi.”Jika pancaroba berkepanjangan memang berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” tutur Iis.

Akhtur Gumilang, seorang warga Kampung Gergaji, Mugasari Semarang mengakui udara terasa lembap pada malam hari. Efeknya, ia belakangan ini merasa gerah dan berkeringat.

“Ternyata tidak hanya saja saja yang kepanasan pas malam. Karena udara memang bikin gerah,” kata Akhtur. (far)

You might also like

Comments are closed.