Akhirnya PSIS Memasuki Zona Aman

Libas Perseru, Tuai 3 Poin

Babak kedua, pelatih Jafri Sastra melakukan pergantian pemain untuk mengejar defisit gol. Pemain sayap Komarudin dimasukkan menggantikan gelandang tengah Hafit Ibrahim

PSIS akhirnya bisa keluar dari zona degradasi usai menggebuk Perseru Serui di pekan ke-23 Liga 1. Pelatih Jafri Sastra memuji sikap pemainnya saat lawan mampu mencetak gol dan akhirnya menyudahi pertandingan dengan kemenangan 4-2.

Kemenanganatas Perseru berhasil menambah tiga poin dan mengentaskan PSIS dari zona merah. (foto: metrojateng/Tri Wuryono

MENJAMU Perseru di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu (23/9/2018) sore, PSIS sempat dibuat kalang kabut oleh tim tamu. Gawang Jandia Eka Putra sudah jebol di menit 11 lewat Beto de Paula usai menerima umpan terukur Silvio Escobar.

Sebetulnya, PSIS lebih dulu mendapat peluang di menit keempat. Akselerasi Bayu Nugroho dari sayap kanan diteruskan dengan umpan mendatar ke mulut gawang. Sayang, sontekan Ibrahim Conteh melesat di atas mistar.

Tuan rumah kesulitan menembus pertahanan Perseru yang lebih banyak menunggu di daerah sendiri. Sundulan Bruno Silva di menit 25 meneruskan umpan Safrudin Tahar masih tepat mengarah ke kiper.

Perseru mengancam melalui Beto. Namun kali ini sepakan striker pinjaman dari Madura United itu bisa ditepis Jandia.

Babak kedua, pelatih Jafri Sastra melakukan pergantian pemain untuk mengejar defisit gol. Pemain sayap Komarudin dimasukkan menggantikan gelandang tengah Hafit Ibrahim.

Strategi ini terbukti ampuh menambah daya gedor Mahesa Jenar. Lima menit usai turun minum, wasit menunjuk titik putih karena salah seorang pemain Perseru handball. Bruno Silva dengan dingin mengeksekusi sepakan 12 pas dan mengubah skor menjadi 1-1.

Menit 56 tuan rumah berbalik memimpin lewat Hari Nur Yulianto. Crossing Bruno Silva gagal disambut dengan sempurna oleh Bayu Nugroho. Bola justru mengarah ke Hari Nur dan sukses mengecoh Samuel Reimas.

PSIS makin menjauh di menit 60. Bruno Silva mencetak gol keduanya lewat eksekusi free kick dan mengubah kedudukan menjadi 3-1.

Tim tamu sempat menghidupkan asa ketika Yamashita berhasil menjebol gawang Jandia di menit 74. Tapi gol Bayu Nugroho di menit 87 menghabisi perlawanan Perseru.

PSIS menutup laga dengan kemenangan 4-2 sekaligus mengerek posisi mereka keluar dari zona merah. Hari Nur Yulianto dkk menggusur Perseru di peringkat ke-15 dengan torehan 26 poin.

 

Strategi Awal Tak Berjalan

Jafri Sastra mengakui strategi yang dia inginkan tak berjalan sesuai skenario. “Setelah kebobolan, permainan anak-anak tidak konsisten. Konsentrasi mereka menurun, sehingga tidak banyak peluang yang tercipta,” kata Jafri usai pertandingan.

Jafri membuat perubahan di lini tengah dengan menurunkan Hafit Ibrahim sejak menit awal dan menggeser Bayu Nugroho untuk mengisi sisi kanan penyerangan. Skema tersebut hanya sanggup menghasilkan dua peluang di babak pertama.

Setelah turun minum, Jafri menyuntikkan Komarudin menggantikan Hafit dan bertukar peran dengan Bayu Nugroho. Pergantian ini berbuah manis. Serangan Mahesa Jenar lebih menggigit dan menghasilkan empat gol.

psis semarang
Bruno Silva mencetak 2 gol saat melawan PErseru di Stadion Moch Seobroto Magelang. (foto: metrojateng/Tri Wuryono)

Penalti Bruno Silva di menit 52 mengawali comeback Mahesa Jenar. Selanjutnya berturut-turut Hari Nur membawa PSIS berbalik memimpin di menit 56, sebelum Bruno menambah keunggulan di menit 60.

Gol kedua Perseru melalui Yamashita Kunihiro di menit 74 tak mampu membendung PSIS yang mencetak gol keempat di menit 88 lewat sontekan Bayu Nugroho.

“Kemenangan ini sangat luar biasa. Anak-anak bisa keluar dari tekanan dan mencetak gol di babak kedua. Tapi kami tak boleh berhenti di sini, karena masih ada pertandingan lainnya,” beber Jafri.

 

Duel Pertaruhan

Laga PSIS kontra Perseru di Stadion Moch Soebroto Magelang ini menjadi duel pertaruhan kedua tim di papan klasemen. Hingga pekan ke-22, PSIS dan Perseru hanya dipisahkan satu poin. Mahesa Jenar menghuni peringkat ke-17 dengan koleksi 23 angka, satu poin lebih sedikit dari skuad Cendrawasih Jingga di peringkat 15 yang menjadi batas terakhir zona aman.

Kemenangan membuka peluang skuad besutan Jafri Sastra untuk meninggalkan zona degradasi. Tambahan tiga poin membuat PSIS menggusur Perseru di peringkat 15. Tim Ibukota Jateng mengoleksi poin 26, unggul dua poin dari Perseru dan PS Tira yang berada di zona merah bersama PSMS Medan.

Perseru serua
Mazinho (8) dan Beto de Paula (23), dua pemain baru Perseru Serui. Foto: metrojateng.com/dok PT LIB

“Persaingan musim ini masih sangat ketat. Karenanya kami harus bisa memaksimalkan laga kandang melawan Perseru untuk memetik poin penuh dan keluar dari zona degradasi,” kata Wahyu ‘Liluk’ Winarto, General Manager PSIS, Kamis (20/9/2018) sebelum pertandingan.

Cendrawasih Jingga itu datang ke Magelang dengan sejumlah rekrutan anyar yang berpotensi menjadi ancaman buat tuan rumah. Skuad arahan I Putu Gede itu cukup aktif di bursa transfer paruh musim dan merekrut beberapa pemain anyar. Wajah baru kali ini di antaranya Sidik Saimima dan Beto de Paula.

Sementara, Djamel Boerstra dan Boman Aime sudah menghilang dari skuad. Sebagai gantinya, mereka mendatangkan gelandang Brasil Mazinho dan striker Madura United Alberto ‘Beto’ de Paula.

Di tim ini juga masih bercokol dua ekspatriat lainnya, Escobar dan bek asal Jepang, Kunihiro Yamashita. Selain Saimima, Perseru juga merekrut bek lokal I Gusti Rustiawan dari Persela Lamongan.

“Meski di papan bawah bukan berarti Perseru tim lemah. Jika melihat dua pertandingan terakhir PSIS, kami optimistis bisa mengatasi Perseru,” ucap Liluk sebelum laga.

Pada pertemuan pertama di markas Perseru, Mahesa Jenar harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-1. Gol kemenangan Cendrawasih Jingga dicetak oleh Silvio Escobar. Sementara PSIS baru saja menuai kekalahan dari Persija pada pertandingan terakhir.

“Tapi bukan berarti permainan PSIS jelek. Kehadiran coach Jafri Sastra juga sudah memberi efek positif, khususnya dari sisi mental bertanding,” Liluk menambahkan. Ia optimistis Hari Nur cs sanggup memenuhi target poin maksimal. Menurutnya, hasil tiga poin dalam dua laga away terakhir menunjukkan PSIS dalam progres positif.

Liluk menyebut kemenangan PSIS atas Perseru sebagai kemenangan krusial. “Kami bersyukur sementara bisa keluar dari zona degradasi,” ungkap Liluk. Namun ia menggarisbawahi bahwa PSIS harus kembali fokus pada pertandingan selanjutnya.

Minggu, 30 September 2018 mendatang, PSIS akan menyambangi kandang Persela Lamongan. Itu merupakan laga di pekan ke-24 Liga 1. Sebagai catatan, pada pertemuan pertama dengan Persela, PSIS menang dengan skor 3-1. Apakah kemenangan atas Perseru ini bisa menyemangati tim Mahesa Jenar untuk kembali mengalahkan Persela? (*)

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana

Artikel telah dimuat metrojateng.com
You might also like

Comments are closed.