Aksinya Terekam CCTV, Copet BRT Ini Gagal Pulang Kampung

METROSEMARANG.COM – Aparat Unit Reserse Kriminal Polrestabes Semarang menangkap pelaku pencurian yang kerap beraksi di angkutan umum Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Copet bernama Masruri (48), warga Cisanggarung, Desa Kaligangsa, Brebes tersebut ditangkap usai beraksi di shelter BRT Jalan Pemuda, Selasa (22/2) sekitar pukul 13.00. Dari tangan pria tersebut petugas

Masruri mengaku, tindak pidana tersebut terpaksa dilakukan lantaran butuh ongkos untuk pulang. Adapun, aksi di BRT dipilih lantaran dia menyasar para pelajar yang menggunakan jasa transportasi umum tersebut.

Masruri, copet di BRT Trans Semarang menunjukkan barang bukti curian. Foto: metrosemarang.com
Masruri, copet di BRT Trans Semarang menunjukkan barang bukti curian. Foto: metrosemarang.com

“Saya sengaja datang ke shelter BRT dan pura-pura ikut ngantri sambil mengamati pelajar yang kira-kira bawa barang mewah,” ungkapnya saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Tengah, Rabu (23/3) siang.

Begitu mendapat sasaran dan ada kesempatan, lanjut dia, tangannya langsung beraksi dan menari-nari di dalam tas pelajar yang menjadi sasaran dan mengambil barang berharganya. “Handphone di dalam tas itu saya ambil dan kemudian saya pergi meninggalkan shelter,” ujarnya.

Oleh pria yang mengaku datang ke Semarang untuk menanyakan pekerjaan di daerah Tanah Mas, Semarang Barat, handphone milik Hasna Pratiwi (14), warga perum Korpri Tugurejo, Tugu dijual kepada seorang sopir seharga Rp 250 ribu. “Sebagian uangnya saya belikan sepatu dan sisanya rencananya untuyk ongkos pulang ke tanah kelahiran saya di Grobogan,” jelasnya.

Sayangnya, apa yang direncanakan Masruri tidak berjalan mulus sebab, aksinya tersebut terekam kamera pengintai atau CCTV yang terpasang di sekitar shelter tersebut. Petugas Polsek Semarang Tengah yang saat itu melakukan patroli dan melintas di lokasi mengetahui itu langsung melakukan pengecekan rekaman CCTV.

Bermodal rekaman tersebut petugas langsung melakukan pengejaran hingga penindakan terhadap Masruri dilakukan. “Kami langsung bergerak dan melakukan penangkapan,” ungkap Kapolsek Semarang Tengah Kompol Ifan.

Dari penangkapan tersebut pihaknya kemudian melakukan pengembangan dan menemukan barang bukti handphone handphone seharga Rp 2,2 juta. “Untuk lain-lain masih terus kami kembangkan,” ujarnya. (MS-02)

 

You might also like

Comments are closed.