Aktif di Medsos, Anak-anak Rentan jadi Korban Ekploitasi Seksual

METROSEMARANG.COM – Untuk menyemarakkan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada hari ini, Minggu (23/7), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang mengingatkan kepada anak-anak yang tinggal di wilayahnya untuk memproteksi diri dari penggunaan media sosial (medos).

Ilustrasi

Sebab, menurut Ronny Tjahyo Nugroho, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, di era serba modern anak makin menjadi mangsa empuk bagi para predator untuk dijadikan pemuas nafsu dan bisnis perdagangan manusia.

“Acapkali perlindungan terhadap anak makin susah dilakukan orang tua dengan adanya salah satu gadget berjenis ponsel pintar yang seolah dibutuhkan oleh anak-anak,” ungkap Ronny dalam keterangan yang diterima metrosemarang.com.

Ia pun menyebut salah satu bentuk kejahatan online (cyber crime) adalah seluruh kegiatan yang bersifat negatif. Mulai percakapan maupun foto baik secara sukarela maupun paksaan.

Maka, usaha pembinaan anak sangat perlu guna menggugah dan meningkatkan kesadaran pada hak, kewajiban dan tanggung jawab orang tua dan negara.

Sedangkan Bambang Suranggono, Kepala DP3A Kota Semarang, mengaku akan menggelar acara untuk memperingati HAN di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya, pada 26 Juli nanti.

Rangkaian acara bertajuk ‘Generasi Hebat! Cerdas dari Media dan Cerdas Bermedia!’ itu akan melibatkan aktivis Yayasan Setara. Acaranya akan diikuti sekitar 750 anak.

“Pesertanya dari pelajar SD sampai SMA. Mereka turun ke jalan, dan ada anak panti dan anak difabe yang disuguhkan berbagai acara, seperti pentas seni, dialog bersama walikota, dan pembacaan suara anak oleh Forum Anak Kota Semarang,” katanya.

Ia berharap dapat menumbuhkan kepedulian, sekaligus peran aktif keluarga dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang berkualitas.

“Agar masyarakat lebih peduli kepada anak terkait penggunaan media sosial, karena keluarga khususnya orang tua memiliki peran besar dalam melakukan pengawasan pada anak dalam memanfaatkan media sosial sehingga jadi anak yang cerdas bermedia dan terhindar dari berbagai eksploitasi di media,” paparnya.

Ika Camelia, Manager Program Yayasan Setara menambahkan anak-anak disuguhkan dengan konten pornografi yang sangat mudah diakses dan terjadinya cyber bullying. Hal ini menjadikan anak-anak rentan untuk menjadi korban.

Karenanya, acara HAN juga diharapkan dapat mendorong pengembangan kebijakan Kota Layak Anak dalam rangka pemenuhan hak anak. (far)

You might also like

Comments are closed.