Aktivis Antikorupsi Desak Presiden Hentikan Kasus Kriminalisasi Pimpinan KPK

Aktivis menggelar aksi damai di depan Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Sabtu (24/1), untuk mendesak Presiden Jokowi menghentikan kriminalisasi yang dilakukan Polri. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Aktivis menggelar aksi damai di depan Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Sabtu (24/1), untuk mendesak Presiden Jokowi menghentikan kriminalisasi yang dilakukan Polri. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

SEMARANG – Masyarakat Semarang Anti Korupsi dan Kriminalisasi menggelar aksi ‘Indonesia Darurat Keadilan’ di Jalan Pahlawan, Sabtu (24/1). Aksi tersebut menyuarakan keperihatinan terkait kriminalisasi yang dilakukan  Polri terhadap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Menurut Koordinator aksi, Fatkhurrozi, sejak awal proses hukum terhadap Bambang Widjojanto sudah menunjukan keganjilan. Tuduhan yang diarahkan kepadanya hingga penetapan tersangka dan penangkapan dinilai sebagai bentuk kriminalisasi terhadap kewenangan pimpinan KPK.

“Beredar informasi bahwa laporan untuk perkara ini baru dilakukan pada 19 Januari 2014, kemudian ditindaklanjuti dengan supercepat oleh Bareskrim. Penangkapan layaknya kasus tangkap tangan, dan ini merupakan kejanggalan dalam proses penyidikan,” katanya.

Fatkhurrozi menambahkan, kasus kriminalisasi yang dilakukan institusi kepolisian tidak hanya kali ini saja, melainkan sering dan terjadi terus. “Terhadap pegiat hak asasi manusia, pegiat hak asasi perempuan, pegiat lingkungan, aktivis tani, pegiat perburuhan, dan para jurnalis,” imbuhnya.

Maka, Fatkhurrozi menyatakan, Masyarakat Semarang Anti Korupsi dan Kriminalisasi akan mendesak Presiden Joko Widodo agar tidak hanya sekadar mendamaikan. “Presiden harus tegas mengambil langkah-langkah serta kebijakan yang kuat dan efektif guna menghentikan kriminalisasi di Indonesia,” tandasnya. (ans)

You might also like

Comments are closed.