Algoritma Facebook Terbaru

Viewer dan subscribe tinggi, tidak terlalu berpengaruh pada popularitas di Facebook.

Meminta Like dan Subscribe, mengadakan lomba dengan hashtag tertentu, justru bisa menurunkan popularitas brand. Ini dia kompilasi algoritma Facebook terbaru (2016-2018) yang paling penting untuk ngehit di Facebook.

Tidak perlu tebak-tebak berhadiah. Informasi ini, bersumber dari Facebook News. Berikut ini perkembangan algoritma Facebook, sejak 2016. Urut dari yang terbaru.

Banyak orang menghabiskan waktu, energi, dan uang, untuk mencari jalan pintas “menjadi terkenal” di Facebook. Masalahnya, Facebook memakai algoritma yang terus dikembangkan menjadi lebih-baik.

Tidak perlu tebak-tebak berhadiah. Informasi ini, bersumber dari Facebook News. Berikut ini perkembangan algoritma Facebook, sejak 2016. Urut dari yang terbaru.

2018, 19 Januari

Facebook memprioritaskan berita dari sumber terpercaya, informatif, dan lokal.

Sumber terpercaya, tergantung pada tingkat share, domain authority (DA), dan keterlibatan pembaca aktif.
Yang dari web, lebih terpercaya, daripada informasi pribadi. Informatif itu kalau ada unsur 5W+1H. Lokal, sesuai asal pemakai Facebook yang membuka link itu, dan jika informasi kamu memakai lokasi yang diakui map.

Source: https://newsroom.fb.com/news/2018/01/trusted-sources/

2018, 11 Januari

Facebook memprioritaskan “conversation” (percakapan).

Kalau link di-share dan dibahas di Messenger, lebih top. Karena di Messenger, Facebook juga mengamati keyword dan link yang dibagikan pemakai. Cobalah bahas sepeda di Messenger, maka akan ada iklan sepeda di Beranda.
Buatlah content yang bisa menghasilkan interaksi. Sebaiknya, kalau pakai brand, buatlah group, karena group itu dibuat untuk meningkatkan perbincangan dan lebih terfokus pada content tertentu.
Source: https://newsroom.fb.com/news/2018/01/news-feed-fyi-bringing-people-closer-together/

2017, 18 Desember

Halaman yang meminta like, share, komentar, vote, dan tag orang lain, akan mengalami down-grade.

Contoh yang akan diturunkan dari Beranda (jangan lakukan ini):
“Klik Like agar..”
“Jika peduli, share ke kawanmu..”
“Ketik AMIN di komentar..”
“Tolong pilih video ini agar juara, karena..”
“Tandai kawanmu yang..”
*) Sekuat apapun ideologi dan “kebenaran” yang kamu perjuangkan, Facebook punya peraturan sendiri.

Contoh postingan yang dilarang, seperti di 2 screenshot berikut:

facebook-melarang-jebakan-vote-react-share
JEBAKAN REAKSI, TERLARANG. Facebook melarang dan menurunkan popularitas postingan yang memakai jebakan betmen, berupa permintaan “vote”, “reaksi” (minta like), dan “share”. (Foto: BufferApp)

Termasuk jebakan “tag” (menandai), seperti ini:

facebook-melarang-jebakan-tag-dan-komentar
JEBAKAN TAG DAN KOMENTAR. Lebih baik biarkan orang menandai dan berkomentar sendiri, daripada postingan kamu akan ditandai Facebook sebagai postingan yang tidak akan dipopulerkan. (Foto: BufferApp)

Source: https://newsroom.fb.com/news/2017/12/news-feed-fyi-fighting-engagement-bait-on-facebook/

2017, 28 Agustus

Facebook memblokir Halaman yang share berita palsu (fake news) berulang-ulang, dan tidak bisa beli iklan dari Facebook lagi.

Facebook menggunakan jasa pihak-ketiga untuk menentukan berita itu fake atau tidak. Ingat, fake news tidak sama dengan hoax. Sudah jelas.

Source: https://newsroom.fb.com/news/2017/08/blocking-ads-from-pages-that-repeatedly-share-false-news/

2017, 17 Agustus

Facebook akan menurunkan postingan “video palsu”.

Postingan yang seperti video tetapi bukan video, misalnya: gambar dengan tombol play, namun bukan video.

Contoh: #screenshot

facebook-melarang-postingan-seperti-video
TOMBOL PLAY, BUKAN VIDEO. Hanya gambar, agar dianggap sebagai video, jika di-klik ternyata hanya pengarah ke link bukan-video. (Foto: FBNewsRoomUS)

Source: https://newsroom.fb.com/news/2017/08/news-feed-fyi-taking-action-against-video-clickbait/

2017, 2 Agustus

Jika berupa link web, pastikan loading webnya tidak lama.

Facebook selalu memeriksa link yang di-share. Jangan sampai loading halaman web lebih dari 4 detik. Semakin cepat, semakin baik.

Source: https://newsroom.fb.com/news/2017/08/news-feed-fyi-showing-you-stories-that-link-to-faster-loading-webpages/

2017, 17 Mei

Judul (headline) yang berisi “jebakan betmen” (click bait), tidak boleh.

Bahkan disingkirkan dari iklan Facebook. Misalnya: “.. Nomor 3, Bikin Netizen Terkejut”.

Source: https://newsroom.fb.com/news/2017/05/news-feed-fyi-new-updates-to-reduce-clickbait-headlines/

2017, 10 Mei

Link dari web yang berkualitas buruk, dari sisi pengalaman-pemakai (user experience), tidak dimunculkan di atas (Beranda).

Isi nggak substantif, penuh iklan yang mengganggu, mengejutkan, dan berbahaya. Jadi, terkait popularitas (kecuali jika Domain Authority kamu tinggi), tidak berguna bikin judul-judul yang nggak substantif: “Terkait Hoax tentang Berita Tsunami, Ini Faktanya”.

Source: https://newsroom.fb.com/news/2017/05/reducing-links-to-low-quality-web-page-experiences/

2016, 29 Juni

Postingan dari teman dan teman dekat, lebih didahulukan Facebook.

Bahkan pemakai bebas menentukan, mana yang akan dimunculkan paling atas dari Beranda: terbaru atau terpopuler.

Source: https://newsroom.fb.com/news/2016/06/news-feed-fyi-helping-make-sure-you-dont-miss-stories-from-friends/

2016, 21 April

Berapa lama orang membaca postinganmu?

Yang penting, seberapa lama orang membaca postinganmu. Bukan sekadar membaca.

Source: https://newsroom.fb.com/news/2016/04/news-feed-fyi-more-articles-you-want-to-spend-time-viewing/

2016, 1 Maret

Live video lebih disukai daripada upload video biasa.

Source: https://newsroom.fb.com/news/2016/03/news-feed-fyi-taking-into-account-live-video-when-ranking-feed/

2016, 24 Februari

Facebook memperkenalkan tombol reaksi (bukan hanya Like).

Ada reaksi positif, ada reaksi negatif. Ada yang lebih baik dari “Like”, yaitu: reaksi positif, seperti: smile dan ngakak.

Source: https://newsroom.fb.com/news/2016/02/news-feed-fyi-what-the-reactions-launch-means-for-news-feed/

Catatan tentang Algoritma Facebook

  1. Link akan lebih populer, jika sudah di-share di status, kemudian di-share dan dibahas di Messenger.
  2. Reaksi negatif itu penting. Content yang mengundang banyak komentar dan reaksi. Apalagi jika komentar itu banyak terdapat reply dan reaksi positif (senyum, wow, ngakak, etc.)
  3. Inventory. Link harus bisa ditemukan, secara langsung. Bukan link mati.
  4. Signals. Beri pernyataan pasti tentang content, yang terukur, dan tidak kabur pengertiannya. Misalnya, share video dan tambahkan: “Ternyata begini caranya melipat kaos dalam waktu 4 detik.”
  5. Berkomentar di Halaman, lebih rendah popularitasnya daripada berkomentar di akun biasa. Naikkan popularitas content dari akun biasa, jangan dari Halaman.
  6. Live video menarik perhatian 6 kali lipat daripada video biasa.

Faktor-faktor Popularitas Content di Facebook

Ini paling sering ditanyakan, “Bagaimana caranya agar postingan ditaruh di Beranda paling atas?”

Content berada di atas, jika:

  1. Berasal dari kawan dan keluarga. Itulah tujuan News Feed (Beranda) Facebook. Secara teknis, ini berarti orang yang berada dalam daftar. Sebaiknya, buatlah “Daftar Teman” dengan klasifikasi tertentu, seperti: “Kawan Dekat” (ini sangat penting), “Keluarga”, dan “Kawan Kerja”.
  2. Content aman. Untuk semua umur. Itu artinya tidak mengandung pornografi, kekerasan, ataupun SARA.
  3. Lakukan komunikasi otentik. Jadilah manusia sungguhan (bukan bot), hindari misleading (komentar yang nggak nyambung), sensasional, atau yang mengandung spam. Kalau ada, segera hapus komentar seperti itu.
  4. Content melibatkan “pemakai aktif”.
    Siapakah pemakai aktif itu?
    Pemakai disebut aktif, jika: berkomentar, kalau bisa lebih dari 1 kali; share; dan klik reaksi (wow, smile, dll.).
    Pemakai disebut pasif, jika hanya: klik, tonton, lihat (tanpa memutar, tanpa scroll), dan hanya hovering (mouse ditaruh di atas content). Jadi, sekali lagi: viewer itu pasif. 100 view masih kalah dibandingkan dengan 10 view yang menyertakan komentar dan reaksi. Hanya melihat, sebagaimana tingkah silent reader (pembaca-diam) itu tidak mempengaruhi popularitas content di Facebook.
    Content yang baru saja di-upload dari warung kopi, dan mendapat komentar dari orang-orang di sekitar tempat itu, lebih ampuh karena menghasilkan perbincangan nyata di lingkaran pertemanan kamu. Terutama pada sesuatu yang sedang terjadi.
  5. Berapa lama orang membaca content ini?
    Bukan hanya baca sepintas. Kalau misalnya video, dilihat tuntas lebih dari 1 kali.
  6. Siapa yang share link ini di Messenger?
    Benar. Link dari status, yang di-share di Messenger lalu terjadi percakapan, itu bisa membuat link lebih populer.
    Pastikan kalau orang itu share, memberikan “pernyataan”, bukan hanya bertanya, bukan polosan (hanya berupa link).
    Berapa kali, orang yang sama, menuliskan komentar di content ini? Jika Si A berkomentar lebih dari 1 kali di status yang sama, maka status itu akan lebih populer.
  7. Timing. Pertimbangkan, kapan content ini muncul?
    Timing sangat berpengaruh. Posting hanya di jam-jam tepat, ketika kawan kamu sedang online. Lihat dari Messenger, kelihatan siapa saja yang sedang online. Ingat pola waktunya.
  8. Jangan terlalu cepat memberikan Like/Reaksi atau Komentar. Seberapa cepat mendapatkan Like dan Komentar? Langsung dapat Like dan komentar, bisa dianggap sebagai perilaku bot. Baca dulu, baru Like/reaksi dan berkomentar. Hanya melihat dan scroll, nggak akan ngaruh bagi popularitas content.
  9. Apa tipe content ini?
    Video, status, foto, ataukah link? Setiap content memiliki cara-optimasi berbeda.
    Facebook lebih menyukai Live Video daripada video hasil share. Facebook lebih menyukai video yang diupload langsung ke Facebook, daripada video dari situs video (YouTube, Vimeo, Vidio, dll.). Yang penting, jangan video sama dari website lain.
  10. Jika kamu memakai Halaman, sebaiknya jangan share status yang “text only” (hanya teks). Sesekali perlu off-topic, posting di luar kebiasaan brand, misalnya bertanya tentang cuaca lokal atau acara televisi yang disukai konsumen kamu.
  11. Terlibat itu selalu lebih baik. Engagement dengan publisher/brand yang di-share kawanmu. Tindakan terlibat itu seperti memberikan reaksi, berkomentar, memberikan link tanggapan, dan melakukan percakapan di Messenger.
  12. Seberapa informatif informasi ini?
    Pakai keyword informasi dan 5W+1H. Yang nggak substantif dan “selesai di judul”, tidak akan disukai orang, karena mereka tidak mau klik atau paling hanya baca sekilas lalu selesai. Misalnya, judul begini: “Bupati Kota X Resmikan Taman Kota”.
  13. Prediction. Facebook selalu memprediksi siapa yang bikin content. Pakailah biodata sungguhan. Lengkapi. Walaupun nama dan alamat nggak real, tetapi pastikan pekerjaan dan nama kota real. Sekali lagi, libatkan pemakai aktif, bukan pasif.
  14. Jangan posting dengan content yang sama. Postingan yang sama dan berulang-ulang, tidak disukai Facebook.
  15. Jangan meminta. Postingan yang #meminta Like, komentar, share, tag, dan reaksi, juga tidak disukai Facebook. Ini sebabnya, lomba yang memberikan persyaratan pemakaian hashtag dan permintaan subscribe, tidak akan membuat brand itu populer, karena melanggar algoritma Facebook terbaru.
  16. Lakukan promosi tanpa memaksa. Content berisi promosi yang memaksa orang membeli aplikasi, layanan, memaksa mengikuti kontes, atau mengulang teks yang sama dari iklan lain.
  17. . . . *) Tambahkan catatan kamu di sini. : )

Tidak perlu jalan pintas. Popularitas itu soal kualitas konten, jaringan-pemakai yang memberikan tanggapan, dan bagaimana mengikuti saran dari Facebook.

Day Milovich,,
Webmaster, artworker, penulis, tinggal di Rembang dan Semarang.

You might also like

Comments are closed.