Alokasikan Rp 75 Miliar, Pemkot Jamin Kesehatan 93 Ribu Warga Non Peserta BPJS

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melaunching program Universe Healthy Coverage (UHC) yang dilakukan di Rumah Sakit KMRT Wongsonegoro, Rabu (25/10). Dengan program ini masyarakat Kota Semarang yang belum tercover oleh BPJS Kesehatan, kini tetap dapat mengakses fasilitas kesehatan secara gratis.

Launching UHC di RSUD KRMT Wongsonegoro, Rabu (25/10). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Pemkot Semarang menggandeng BPJS Kesehatan sebagai mitra dalam program ini. UHC merupakan program jaminan kesehatan untuk masyarakat Kota Semarang dengan layanan fasilitas kamar kelas tiga. Semua golongan masyarakat bisa memanfaatkan program UHC ini.

Jaminan kesehatan untuk semua kalangan masyarakat ini sesuai yang diprogramkan oleh Presien RI Joko Widodo. Walikota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, program UHC merupakan peran pemerintah melalui BPJS Kesehatan untuk dapat melindungi warganya dan memberikan jaminan pengobatan gratis, termasuk opname dengan fasilitas kamar kelas 3.

”Prinsip UHC ini masyarakat mendapatkan pengobatan gratis hingga opname di kelas kamar 3. Jadi, kalau pingin masuk program ini begitu sakit langsung kita cover. Secara umum warga Semarang mulai hari ini mendapatkan fasilitas kesehatan kelas 3 kecuali mereka yang sudah mempunyai keanggotaan BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya progam ini dapat dimanfaatkan bagi semua warga Semarang, dengan cara mendaftar ke Dinas Kesehatan ketika sakit. Adapun syarat yang harus diikuti yakni warga yang bersangkutan belum terdaftar menjadi peserta jaminan kesehatan di BPJS.

”Kita sudah investarisir target 150 ribu warga Kota Semarang yang belum punya BPJS Kesehatan, kita biayai pakai APBD Kota. Tidak ada kriteria, sepanjang di kelas tiga untuk perawatannya kita akan tanggung mengcover semua persoalan kesehatan warga Semarang,” imbuhnya.

Anggaran yang dialokasikan tahun ini sebesar Rp 75 miliar, tapi kalau kurang akan dibayar di perubahan 2017 atau kalau tidak bisa di anggaran murni 2018 nanti. ” Kita sudah koordinasi sama Direksi BPJS nya,” kata wali kota yang akrab disapa Hendi.

Saat ini Pemkot Semarang baru mendaftarkan 93 ribu warga, namun Hendi mengatakan ditargetkan akhir tahun 2017 ini dapat tercapai hingga 150 ribu warga, dari 175 ribu warga Semarang yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan.

Sementara untuk ketersediaan kamar kelas 3, Wali Kota Hendi akan merekomendasikan kepada warga untuk menjadikan Rumah Sakit KMRT Wongsonegoro sebagai jujukan warga. Sebab ketersediaan kamar kelas 3 di RSUD KMRT Wongsonegoro lebih banyak.

”Saat ini baru ada Gedung Nakula dan sedang dibangun tahun ini juga Gedung Sadewa (untuk kamar kelas 3). Fasilitas khusus (RSUD) lebih baik seperti AC dan alat-alat penanganan, kita terus lakukan investasi,” kata Hendi.

Pihaknya juga akan mendorong rumah-rumah sakit lainnya khususnya yang swasta untuk menambah jumlah kamar kelas 3, dari total kamar yang dimilikinya. (duh)

You might also like

Comments are closed.