Alunan Keroncong Songsong Tahun Baru di TBRS

Gong Akhir Tahun 2014 di Taman Budaya Raden Saleh, Rabu (31/12). Foto Metrosemarang/Anton Sudibyo
Gong Akhir Tahun 2014 di Taman Budaya Raden Saleh, Rabu (31/12). Foto Metrosemarang/Anton Sudibyo

SEMARANG – Kemeriahan jelang Tahun Baru 2015 telah nampak di berbagai tempat di Kota Semarang. Tak terkecuali di Taman Budaya Raden Saleh dimana digelar Gong Akhir Tahun.

Tapi tahun baruan di TBRS terasa berbeda dengan alunan musik keroncong. Sembari menanti pergantian tahun, pengunjung dihibur dengan lagu-lagu tempo dulu oleh grup Keroncong Tetap Segar.  Di antaranya Gambang Semarang, Jembatan Merah, dan Indonesia Pusaka.

Acara yang digelar Dewan Kesenian Semarang (Dekase) ini bertempat di pelataran TBRS, Jalan Sriwijaya. Sebuah panggung besar berdiri, dikelilingi tenda dengan kursi-kursi yang terisi penuh oleh ratusan warga.

Acara yang dimulai pukul 20.00 itu dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Masdiana Safitri menggantikan Wali Kota Hendrar Prihadi.

Dilanjutkan RocKataku yang menampilkan musikalisasi puisi.  Garapan para mahasiswa dari Teater Asa UIN Walisongo ini terasa menarik karena memadukan puisi dan musik rock.

Penampilan Timiki Endonesa juga mendapat perhatian lebih dari pengunjung. Mereka mengaransemen ulang sejumlah lagu dolanan, lagu perjuangan dan lagu daerah dengan irama ska dan blues.

Sejumlah grup band juga dijadwalkan tampil malam ini. Yakni To Remember, Smoke, Jackass Blues, The Way Of Life, Lemon Slice, Kandidat, dan Sangkala.

Menjelang detik-detik pergantian tahun, sejumlah seniman akan mengarak ogoh-ogoh yang ditempeli doa dari para pengunjung. Ogoh-Ogoh yang menjadi tradisi Gong Akhir Tahun itu akan dibakar sebagai simbol melangitnya harapan di tahun depan.(byo)

You might also like

Comments are closed.