Amar Bank Dukung Inklusi Keuangan Indonesia

*Jangkau Masyarakat dengan Produk Keuangan Digital

– KEUANGAN DIGITAL- Akar Bank komitmen untuk terus menjangkau masyarakat yang belum tersentuh institusi keuangan formal melalui layanan berbasis digital Tunaiku. Foto : ist/metrosemarang.com

 

JAKARTA – PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank), bank pertama dan satu-satunya yang fokus pada pengembangan produk bank digital di Indonesia, menegaskan komitmen untuk terus menjangkau masyarakat yang belum tersentuh institusi keuangan formal (unbanked people) melalui layanan berbasis digital Tunaiku.

Penegasan tersebut sejalan dengan misi Amar Bank yang menargetkan membawa senyum kepada 200 juta wajah Indonesia pada 2025. Aplikasi Tunaiku telah diunduh oleh sekitar 4.9 juta pengguna sejak pertama kali diluncurkan tahun 2014 dan telah memberikan manfaat kepada hampir 400 ribu masyarakat di Indonesia, dengan total pembiayaan yang telah tersalurkan mencapai Rp 4,7 triliun.

Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian mengatakan, Tunaiku dirancang untuk melayani dan menjangkau masyarakat yang belum atau kurang terlayani layanan perbankan. Ini terutama di daerah-daerah yang sulit mendapatkan layanan keuangan formal dan konvensional, asalkan memiliki jaringan internet yang memadai.

Dengan keistimewaan tersebut, layanan keuangan digital Tunaiku telah menerobos hingga ke seluruh Tanah Air, terutama di daerah-daerah di luar Pulau Jawa, antara lain Medan, Pekanbaru, Palembang, Denpasar, dan Makassar.

“Kami memahami bahwa masih ada gap antara masyarakat yang sudah mendapat layanan keuangan formal dan yang belum menikmati layanan tersebut, terutama daerah- daerah di luar pulau Jawa. Melalui Tunaiku, kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan layanan keuangan formal yang terpercaya, terjamin, dan tentu saja berkontribusi terhadap peningkatan taraf kehidupan mereka,” katanya.

Sejauh ini, lanjutnya, layanan keuangan digital Tunaiku telah membantu ragam kebutuhan masyarakat di luar Pulau Jawa, antara lain untuk modal usaha sebesar 22,49%, renovasi rumah sebanyak 31,39%, dan biaya pendidikan sebesar 11,59%. Persentase profil nasabah perempuan mencapai hingga 54,71% dan laki-laki hingga 45,39%.

Sementara itu, Palembang menjadi kota diluar Jawa dengan profil wirausahawan terbanyak.
Dharmawan, seorang pengusaha yang menjalankan bisnis kain Jumputan mengatakan bahwa Tunaiku memberikan transformasi yang besar dalam hidupnya.

“Setelah menggunakan Tunaiku, saya merasa sangat terbantu karena tidak perlu khawatir lagi terhambat melakukan pembayaran kepada supplier, karena mendapat dana pinjaman dari Tunaiku dan bisa dicicil bulanan. Selain itu, dari pengalaman yang saya rasakan, Tunaiku memberikan banyak kemudahan bagi saya sebagai pengusaha kecil, pinjaman yang saya dapatkan dari Tunaiku langsung digunakan untuk membeli kain jumputan sebagai modal usaha,” ujar Dharmawan, Pengusaha Kain Jumputan khas Palembang yang menjual secara online di Instagram @jumputan_palembang_el.

Sejalan dengan peran inklusi keuangan tersebut, Amar Bank juga konsisten menjalankan berbagai kegiatan literasi keuangan bagi masyarakat. Inisiatif edukasi itu di antaranya melalui swara.tunaiku.com, portal edukasi, inspirasi, dan kreasi finansial yang dapat diakses dengan mudah kapan saja dan dimana saja melalui smartphone.

Jumlah pengunjung Swara sudah mencapai 8,6 juta dengan jumlah artikel yang memberikan konten edukasi keuangan lebih dari 6,000 tulisan. Dengan rata- rata 8 ribu pengunjung setiap hari mengakses konten-konten keuangan sehari-hari, tips-tips menjadi entrepreneur, serta topik-topik yang relevan dengan karir dan gaya hidup.

Di pihak lain, indeks inklusi keuangan Indonesia saat ini masih di kisaran 76 persen dari total 267 juta penduduk. Sekitar 35,5 persen penduduk masih menggunakan layanan keuangan informal.

Berdasarkan hasil riset yang bertajuk Fulfilling its Promise – The Future of Southeast Asia’s Digital Financial Services, sebanyak 92 juta jiwa penduduk dewasa di Indonesia belum tersentuh layanan finansial atau perbankan. Jumlah tersebut lebih dari separuh total penduduk dewasa yang mencapai 181 juta jiwa.

Dalam riset Bain & Company yang berkolaborasi dengan Google dan Temasek juga menyebutkan bahwa baru 42 juta jiwa penduduk dewasa Indonesia yang sudah mendapat layanan finansial, seperti memiliki rekening bank, mendapat layanan kredit, melakukan investasi, serta mendapat layanan asuransi dari perbankan atau lembaga finansial lainnya. Riset tersebut juga menunjukkan sebanyak 47 juta jiwa penduduk dewasa sudah memiliki rekening bank tetapi belum mendapat layanan finansial lainnya.

Vishal Tulsian mengatakan, melalui teknologi dan transformasi digital perbankan, pihaknya terus berupaya untuk mengembangkan layanan dan produk digital sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Pemanfaatan produk digital menjadi penting untuk menghadirkan layanan keuangan yang dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat hingga ke pelosok.

Komitmen ini diharapkan dapat mendukung visi pemerintah untuk meningkatkan indeks inklusi keuangan di Indonesia mencapai 90 persen pada tahun 2024 mendatang.

“Kedepannya, kami akan memanfaatkan produk inovasi terbaru Senyumku, aplikasi perbankan berbasis AI (Artificial Intelligence) dari Amar Bank, yang diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih optimal bagi masyarakat. Dengan teknologi cerdas tersebut, kami ingin memberdayakan masyarakat untuk mengelola keuangan dan membangun kebiasaan menabung dengan moto ‘menabung dahulu, belanja kemudian atau save first spend later’. Teknologi yang mengadopsi big data dan AI ini bakal menyederhanakan proses layanan keuangan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mekanisme yang prudent, sehingga dapat melayani lebih banyak lagi masyarakat dan merubah hidup mereka jadi lebih baik,” tutup Vishal Tulsian.(ris)

Comments are closed.