Ana Amelia, Bocah SD yang Sempat Lumpuh Kini Sudah Bisa Berjalan

METROSEMARANG.COM – Ana Amelia (9) siswi kelas 3 di SDN 2 Mangkang Wetan yang lumpuh akibat terjatuh dengan posisi terduduk karena ulah iseng temannya kondisinya kini semakin membaik. Bahkan, Ana sudah bisa berjalan kaki di sekitar rumahnya saat metrosemarang.com menyambangi rumahnya, Minggu (1/5) petang di kampung Gotong Royong RT 1 RW 3 Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Semarang.

Ana Amelia Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Ana Amelia
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

“Sekarang kondisinya sudah lumayan membaik, sudah bisa jalan, sudah bisa duduk sendiri,” kata Tukiran (39) ayahanda Ana Amelia saat ditemui di rumahnya.

Wajah Ana pun nampak Ceria. Meski tak banyak bicara saat diajak berbincang, ia sekarang mudah tersenyum. Sambil bermainan ponsel, Ana mengaku kondisinya sudah semakin membaik. Kondisi ini membuat Ibunda Ana semakin bersyukur atas kondisi tersebut.

“Senang ya, tidak kelamaan di tempat tidur biar bisa sekolah lagi. Kalau anaknya tiduran terus, ya sedih,” kata ibunda Ana Amelia Indah Cahyani (37).

Indah menambahkan, buah hatinya juga sudah tak sabar untuk mulai beraktifitas bersekolah lagi. Kondisi lumpuh yang hampir dialami satu bulan, membuat Ana segera mungkin bisa bergerak bebas seperti sedia kala saat belum sakit. “Dia sudah bilang kalau sembuh nanti mau menari,” tambah Indah.

Sebelumnya, Ana Amelia mengalami lumpuh total selang tiga hari setelah ia terjatuh dengan posisi duduk pada tanggal 31 Maret 2016. Saat hendak duduk, tiba-tiba temanya iseng menarik kursi sehingga ia pun terjatuh ke lantai. Namun, dua hari berikutnya Ana masih bisa bermain dan sekolah, baru hari ketiga saat malam Ana merasa tidak enak badan dan meminta neneknya untuk dikeroki.

Saat dikeroki neneknya, Ana muntah sebanyak tiga kali dan akhirnya tak sadarkan diri. Kedua orangtuanya yang panik sempat mendatangkan orang pinter untuk meminta pertolongan namun tak ada hasil. Orang tuanya pun membawa Ana ke salah satu dokter di dekat rumahnya, namun sang dokter tak sanggup lantaran Ana dalam keadaan tak sadarkan diri dan akhirnya dirujuk ke RSUD Tugurejo.

Sesampai di RSUD Tugurejo Ana pun masih dalam keadaan pingsan. Di sana ia dirawat selama 5 hari tanpa ada perubahan. Dari situ Ana akhirnya dirujuk ke RS Kariadi dan dirawat inap selama 11 hari. Sayang, selama dirawat di RS Kariadi juga tak menunjukkan perubahan sehingga Ana diminta untuk berobat jalan setiap hari Senin dan Jumat.

Di sela pengobatan jalan di RS Kariadi, datang seseorang yang mampu mengobati dengan cara alternatif. Sosok perempuan yang diketahui benama Ninik tersebut datang ke rumah Ana untuk membantu pengobatan dengan cara alternatif pijat. Setelah hampir 5 hari diterapi, kini kondisi Ana semakin membaik dan sudah bisa berjalan. (din)

You might also like

Comments are closed.