Anak Buahnya Lagi-lagi Terjerat Korupsi, Ini Reaksi Ganjar

Gubernur Ganjar Pranowo bersama Agoes Soeranto (bertopi) saat meninjau perbaikan jalan di Purworejo, Rabu (24/6). Di hari yang sama, Agoes ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi Bansos tahun 2011 oleh penyidik Kejati Jateng. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Gubernur Ganjar Pranowo bersama Agoes Soeranto (bertopi) saat meninjau perbaikan jalan di Purworejo, Rabu (24/6). Di hari yang sama, Agoes ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi Bansos tahun 2011 oleh penyidik Kejati Jateng. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

PURBALINGGA- Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan kasus bansos yang menjerat anak buahnya memang harus diusut setuntas-tuntasnya. Ia meminta siapapun yang terlibat untuk membuka tabir kasus ini sejelas-jelasnya kepada penyidik.

Hal itu diungkapkan Ganjar ketika ditanya perihal penetapan Kepala Biro Pembangunan Daerah Jateng Agoes Soeranto sebagai tersangka ‎kasus bantuan sosial APBD Jateng 2011 oleh Kejaksaan Tinggi Jateng.

Ganjar mempersilakan pada kejaksaan untuk mengusut semua perkara yang ada indikasi pelanggarannya. Bukan hanya bansos, dirinya mendorong kejaksaan juga menelisik hibah dan bantuan keuangan.

“Kalau soal bansos, saya malah senang. Silakan dibongkar semua. Jadi siapa-siapa yang mendapatkan komisi, gratifikasi atau korupsi akan terungkap. Bongkar semuanya,” kata Ganjar.

Ganjar bahkan siap membantu Kejati jika membutuhkan data-data kasus ini. “Saya akan bantu Kejati, bahkan harusnya tidak hanya bansos 2011, yang sekarang juga diusut kalau ada penyimpangan,” tegasnya.

Mengenai perlindungan hukum pada Agoes, akan diberikan. Hal itu sesuai dengan tupoksi Biro Hukum Setda Provinsi Jateng.  “Oo kalau itu (perlindungan hukum) sudah nanti biro hukum sesuai tugasnya,” tandas Ganjar.

Seperti diketahui, Agoes Soeranto atau akrab disapa Agoes Kroto ‎ditetapkan sebagai tersangka kasus bansos APBD Jateng 2011. Ditemui wartawan di sela-sela kunjungan kerja gubernur di Purbalingga, Agoes menolak berkomentar.

“Jangan mas, aku wes dikandani Pak Gub. Ojo, ojo mengko didukani Pak Gub,” katanya, kepada wartawan, di depan rumah mertua Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Purbalingga, Rabu (23/6).

Saat kasus itu terjadi Agoes Kroto menjabat Kepala Biro Keuangan Setda Provinsi Jateng. Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Hartadi menjelaskan Agoes diduga turut bertanggung jawab dalam penyimpangan penyaluran bantuan sosial tersebut karena mengeluarkan nota dinas yang ditujukan ke Biro Bina Sosial.

Dalam nota dinas tersebut, lanjut dia, ditegaskan agar proposal yang diajukan melalui Biro Keuangan segera diproses dan dicairkan. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, menurut Hartadi, Agoes sudah empat kali diperiksa sebagai saksi.

Dalam kasus penyelewengan bansos 2011 senilai Rp 26 miliar ini, Kejaksaan Tinggi telah menetapkan tujuh tersangka. Yakni staf ahli Gubernur Jawa Tengah Joko Mardiyanto, mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Biro bina Sosial Joko Suryanto, serta lima mantan mahasiswa penerima fiktif bansos.‎ (byo)

You might also like

Comments are closed.