Anak di Bawah 17 Tahun Wajib Punya KIA

METROSEMARANG.COM – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang akan membuat Kartu Indentitas Anak (KIA). Setiap anak di bawah 17 tahun atau yang belum diwajibkan memiliki e-KTP nantinya harus memiliki KIA ini sebagai identitas.

Kepala Dispendukcapil Adi Trihananto menunjukkan contoh KIA (warna merah) yang bentuk dan ukuran sama persis seperti e-KTP. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

‘’KIA atau Kartu Indentitas Anak sejak tahun 2017 itu sudah dipersiapkan untuk dicetak kartunya. KIA ini dimaksudkan untuk mendata dan memberikan perlindungan terhadap hak anak,’’ kata Kepala Dispendukcapil Kota Semarang, Adi Trihananto, Kamis (25/1).

Adi menerangkan, melalui KIA ini anak akan terekam orang tuanya siapa. Ketika terjadi hal yang tidak diinginkan misalnya anak hilang maka di e-KTP bisa ditemukan dan selain itu untuk keperluan yang lainnya.

Hanya saja, diakui Adi telah berkembang di masyarakat seolah KIA adalah sebagai persyaratan untuk mendaftar sekolah, sehingga membuat masyarakat menjadi resah.

Padahal ditegaskan hal itu tidak benar karena untuk mendaftar sekolah tetap sesuai persyaratan-persyaratan pendaftaran sekolah yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan.

‘’Itu tidak benar. Sehingga masyarakat tidak perlu risau dan resah terhadap KIA ini,’’ ujar Adi Trihananto.

Pihaknya sedang mempersiapkan SOP (Standar Operasi Prosedur) pelayanan untuk KIA ini. Sekaligus mempersiapkan kerjasama dengan beberapa instansi pelayanan masyarakat lainnya.

‘’Misalnya dengan rumah sakit, kalau ada kelahiran kita kan akte (kelahiran) sudah (kerjasama dengan rumah sakit), nah ditambah KIA. Daerah lain sudah, kita ini tinggal mendorong saja,’’ jelasnya.

Pihaknya juga sedang mempersipakan untuk melaunching khusus pelayanan KIA ini. Sedangkan untuk anak-anak terlantar dan panti asuhan, Adi menerangkan tetap akan diakomodir. Baik anak-anak yang di panti asuhan biasa, cacat ganda, dan lainnya.

Untuk anak-anak telantar dan panti asuhan ini pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos). Setiap panti asuhan akan didatangi agar setiap anak bisa memiliki indentitas terutama KIA ini.

‘’’Semua warga negara berhak untuk memperoleh layanan, terlebih orang yang tidak mampu dan anak panti asuhan itu harus diutamakan,’’ tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.