Anaknya Ditembak Mati, Keluarga Terduga Teroris di Semarang Syok

METROSEMARANG.COM – Rumah Satria Aditama alias Adit, salah satu terduga teroris yang ditembak mati aparat Polda Jatim dan Densus 88 di Kabupaten Tuban hingga saat ini tampak sepi. Metrosemarang.com yang ada di Jalan Karonsih II RT 05/RW IV Ngaliyan, Semarang hanya melihat pintu rumahnya tertutup rapat. Tak tampak penghuni yang beraktivitas di dalamnya.

Rumah terduga teroris Tuban di Semarang. Foto: metrosemarang.com

Dari keterangan warga Jalan Karonsih, Adit merupakan terduga teroris kelahiran Semarang 28 Oktober 1998 silam. Praktis usianya kini baru menginjak 18 tahun.

“Dia baru saja lulus SMKN 4 Semarang. Orangnya baik banget, ramah sering kumpul sama remaja masjid di sini,” ungkap Ketua RT 05/RW IV, Candra Satya Nugroho kepada metrosemarang.com, Minggu (9/4).

Namun sayangnya, kata Candra, Adit jarang bergaul lagi sekitar empat bulan terakhir. Sosoknya jarang terlihat di rumah, walau begitu ia tak tahu apa aktivitas Adit pasca lulus sekolah. “Setahu saya masih menganggur,” imbuhnya.

Ia bilang Adit tinggal di rumah bercat hitam Nomor 1130 bersama ibundanya.
Wagito tak lain ayahandanya yang jadi pensiunan PT Freport telah meninggal dunia beberapa tahun silam.

“Masih syok. Saya juga berusaha menemui belum bisa. Tadi anaknya bilang ibu masih sakit, mungkin syok, jangan dipaksa,” sambungnya.

Ia kaget mendengar Adit terlibat terorisme di Tuban. Apalagi yang bersangkutan tewas ditembak polisi. Adit, menurutnya pribadi ramah meski agak tertutup.

“Pintar sekali anaknya. Cuma agak pendiam,” katanya lagi. Polisi dari Polsek Ngaliyan sudah mengecek lokasi untuk memastikan tempat tinggal Adit.

Semalam dua polisi sudah intens memantau lokasi. Tim Densus 88 juga sudah melakukan penggeledahan pada Sabtu (8/4) malam hingga Minggu(9/4) pagi.

“Saya kenal polisinya yang dari Ngaliyan. Tapi enggak kalau ternyata untuk memastikan rumahnya Adit,” imbuh Lukas Satiman, warga lainnya yang tinggal di RT 01/ RW IV. (far)

You might also like

Comments are closed.