Aneh, Beda Nasib soal Sanksi Pemain Asing PSIS dan PSS

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi massal kepada semua personel yang terlibat dalam drama lima gol bunuh diri di laga PSS versus PSIS, 26 Oktober 2014 silam. Meski hukuman tersebut masih bisa dibanding, sejumlah kejanggalan muncul di antara serangkaian sanksi tersebut. Salah satunya adalah hukuman untuk pemain asing di masing-masing kubu.

Dua ekspatriat PSIS, Ronald Fagundez dan Julio Alcorse sama-sama dijatuhi sanksi lima tahun dilarang beraktivitas sepakbola. Mereka juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 150 juta.

Sedangkan, dua pemain impor milik PSS Kristian Adelmund dan Guy Junior hanya dikenai sanksi larangan beraktivitas sepakbola selama 1 tahun plus denda Rp 50 juta. Hukuman ini sama dengan pemain-pemain cadangan PSS. Keduanya memang tidak dimainkan di pertandingan yang berkesudahan 3-2 untuk Laskar Sembada tersebut.

Situasi yang sama sebenarnya juga terjadi pada Fagundez dan Alcorse. Duo latino ini hanya berada di bench bersama pemain-pemain PSIS lainnya.

Sayang, Komdis tidak merinci secara detil alasan sanksi yang diberikan kepada para pemain asing ini.

Keanehan lainnya adalah munculnya nama Saptono sebagai salah satu aktor gol bunuh diri. Striker PSIS ini mendapat sanksi larangan beraktivitas sepakbola seumur hidup dan denda Rp 100 juta. Hukuman ini sama dengan sanksi yang dijatuhkan untuk pencetak gol bunuh diri.

Alasan Komdis, Saptono dianggap menghalangi percobaan bunuh diri pemain PSS dengan berdiri di gawang lawan. Padahal, menurut Komdis, dia seharusnya bertugas mencetak gol.

Anehnya, Komdis tidak memberi hukuman kepada pemain PSS yang berusaha memasukkan bola ke gawangnya sendiri. Namun, Komdis di bawah komando Hinca Panjaitan tentunya sudah punya pertimbangan-pertimbangan tertentu. Meski demikian, penggila sepakbola juga berharap dapat penjelasan lebih rinci soal hukuman tersebut. (*)

You might also like

Comments are closed.