Anggap Gurunya ‘Killer’, Siswi SMP di Klaten Wadul Gubernur

image
Gubernur Ganjar Pranowo saat berdialog dengan siswa sekolah di acara Ganjar Mengajar, Minggu (29/11). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin

METROSEMARANG.COM – Dua Siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Klaten, Jawa Tengah mengadukan cara mengajar gurunya yang dianggap ‘killer’ dan kurang kreatif kepada Gubernur Ganjar. Mereka adalah Zhafira kelas VIII, dan Lutfia kelas IX. Keluhan kedua siswi ini disampaikan saat acara Ganjar Mengajar di halaman DPRD Jateng, Minggu (29/11) pagi.

Mereka juga mempertanyakan langsung kepada Gubernur mengenai jam sekolah yang masuk jam 6 pagi sampai jam 2 siang apakah merupakan kekerasan atau tidak. “Kalau anak SMP pulang jam 2 masuk jam 6 termasuk kekerasan apa tidak?” tanya Zhafira ke Ganjar.

Ganjar pun balik bertanya kepada mereka, tentang rasanya seneng atau senep ketika mereka bersekolah. Dengan cepat mereka menjawab ada senengnya dan tidak senengnya. “Apasih senengnya kalau kamu sekolah?” Tanya Ganjar lagi.

“Dapat ilmu, ketemu teman, dapat pengalaman. Senepnya itu tugasnya banyak, terus masuk jam 6 pagi pulang jam 2. Pulang masih les, sampai rumah setengah 6, habis itu masih bantuin orang tua, itu kan capek pak,” terang Lutfia mengutarakan keluh kesahnya saat sekolah.

Ganjar pun meminta mereka memberi catatan kepada gurunya agar proses belajar menjadi lebih enak dijalani. Ia pun  dengan tegas mengatakan kewajiban belajar tidak termasuk kekerasan. Menurutnya anak-anak yang mau bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas di hatinya yang akan menjadi anak-anak sukses. Dan anak-anak yang disuruh membantu bekerja itu merupakan tanda cinta kasih orang tua.

“Itu tanda orang tuamu mencintai kamu, itu tanda orang tuamu menyayangi kamu, agar kelak kemudian hari kamu akan tahu, begitu ya cara membantu orang tua,” jelas Ganjar disambut tepuk tangan. (cr-08)

You might also like

Comments are closed.