Anggaran Minim, Asprov PSSI Jateng Tak akan Revisi Program

METROSEMARANG.COM – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah tak akan merevisi program sekalipun anggaran yang diterima tahun ini lebih kecil dibanding periode sebelumnya. Padahal, tahun ini ada sejumlah agenda yang telah disusun, termasuk menggulirkan kompetisi Liga Nusantara (Linus) atau Liga 3 dan beberapa kompetisi kelompok umur.

Johar Lin Eng
Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Ketua Asprov PSSI Jateng, Johar Lin Eng menyebut dana yang dianggarkan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah untuk tahun ini sebesar Rp 400 juta. Minimnya anggaran diakuinya cukup menyulitkan induk organisasi sepakbola yang dipimpinnya.

“Tahun lalu memang ada kegiatan PON (Pekan Olahraga Nasional) dan tahun ini anggarannya berkurang banyak, lebih dari 50 persen. Dengan anggaran yang kecil, tentunya menyulitkan bagi kami karena ada banyak kegiatan yang harus diputar tahun ini,” kata dia, usai Kongres PSSI Jateng di Hotel Oak Tree Semarang, Sabtu (4/2).

Tapi, Johar menegaskan jika keterbatasan dana tersebut tak akan mengganggu program yang sudah disusun di tahun 2017. “Ini akan menjadi tantangan bagi Asprov PSSI Jateng. Bagaimanapun kami harus pintar-pintar menyiasatinya. Yang jelas program harus tetap dijalankan,” tegasnya.

Pada pelaksanaan kongres tersebut juga disampaikan pemaparan program tahunan, termasuk di dalamnya tentang kompetisi Liga 3, kompetisi U-17 dan U-15. Menurut Johar, hal itu harus disosialisasikan sejak dini sehingga bisa dijadikan acuan pembentukan tim di kabupaten/kota.

Selain itu, pihaknya juga menerima beberapa masukan dari komite futsal untuk membentuk asosiasi di kota/kabupaten. “Dengan adanya AFK futsal, ke depannya pada saat pemilihan komite bisa lebih tertata,” ujarnya.

Pada kongres kali ini juga diberikan penganugerahan penghargaan kepada tokoh dan askot/askab berprestasi. Pelatih senior Sartono Anwar terpilih sebagai pembina usia muda, Cilacap sebagai askab terbaik 2016 dan Irjen Condro Kirono dianugerahi penghargaan sebagai tokoh masyarakat peduli sepakbola. (twy)

You might also like

Comments are closed.