Anggota Dewan Todongkan Pistol, Ini Kata Kuasa Hukim

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Kuasa Hukum Asfirla Harisanto alias Bogi, Arif Hijra Saputra, membantah tudingan penodongan pistol dan pengancaman yang disangkakan terhadap kliennya.

Menurut Arif, saat kejadian, anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng itu memang membawa pistol namun bukan senjata api melainkan hanya air soft gun.

“Saat itu, air soft gunnya  terselip di celana, bagian pinggang. Tidak ada penodongan pistol. Saat itu, celananya melorot, hingga menyebabkan air soft gun tersebut kelihatan. Itu yang kemudian dianggap oleh mereka sebagai penodongan pistol,” kata Arif, Senin (25/5).

Menurut Arif, saat itu kliennya memang bermaksud bertemu pengelola proyek untuk mengajak bermusyawarah dengan warga terkait dampak pembangunan proyek di lahan seluas 3000 m2, yang mulai mengganggu.

Apalagi, kata Arif, pihak developer proyek perumahan tersebut  juga tidak melakukan sosialisasi kepada warga setempat.

“Mereka hanya meminta izin kepada Pak RT, secara sepihak. Mereka belum melakukan sosialisasi atau rembugan bersama warga setempat. Klien saya, datang ke lokasi proyek tersebut bermaksud menjelaskan terkait itu,” imbuhnya.

Sementara, terkait pelaporan yang menyeret kliennya, pihaknya mengaku siap melakukan klarifikasi. “Kami siap menjelaskan. Bahkan ada empat saksi kunci warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut, yakni Dawam, Neneng Sri Lestari, Andri Triyono dan Supriyadi,” tandasnya. (yas)

You might also like

Comments are closed.