Angka Kecelakaan di Jateng Turun selama Operasi Ramadniyah 2016

METROSEMARANG.COM – Kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Tengah selama Operasi Candi Ramadniyah 2016 yang dimulai sejak 30 Juni-15 Juli 2016 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono kepada wartawan di Mapolda Jateng, Senin (18/7).

Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono  Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Condro menyampaikan, jumlah kecelakaan di Jateng dari 835 turun menjadi 694 (turun 141 kasus/16.9%), untuk korban meninggal dunia dari 53 korban turun 41 (turun 12 korban/22.6%). Adapun luka berat dari 56 korban naik menjadi 69 (naik 13 korban/23.2%), dan untuk luka ringan turun dari 1.235 menjadi 1.003 (turun 232 korban/18.8%).

Sedangkan untuk jumlah kerugian materi, juga mengalami penurunan dari Rp 1.132.160.000 menjadi Rp 645.150.000 (turun Rp 487.010.000/43%). Selain kasus kecelakaan lantas, ia menyebut ada satu kasus yang menonjol selama Operasi Candi Ramadniyah.

“Kejadian menonjolnya, adanya bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta. Korban meninggal dunia adalah pelaku sendiri, kemudian berakibat luka ringan anggota yaitu Bripka Edi, sekarang sudah beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Condro menyampaikan permintaan maaf terkait persoalan kemacetan yang terjadi di Brebes Timur saat mudik Lebaran. Kemacetan tak terhindarkan lantaran luas jalan dan volume lalu lintas yang tak seimbang.

Ia menyebutkan, kapasitas Pantura Brebes-Tegal 61 ribu SMP (satuan mobil penumpang) perhari. Sedangkan saat H-2 volume lalu lintas meningkat hingga tiga kali lipat.

“Kita sudah berusaha namun kapasitas jalan yang tidak mampu menampung  volume lalu lintas sehingga terjadilah antrean yang cukup panjang. Kami sebagai aparat kepolisian, mohon maaf apabila masih ada kemacetan-kemacetan yang masih berat di H-2 tersebut,” ucapnya. (din)

You might also like

Comments are closed.