Anita Wahid: Tak Ada Alasan untuk Memerangi Perayaan Imlek

Anita Abdurrahman Wahid dalam diskusi Surau Budaya di TBRS, Jumat (27/2). Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Anita Abdurrahman Wahid dalam diskusi Surau Budaya di TBRS, Jumat (27/2). Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Dalam diskusi Surau Budaya yang bertemakan Melek Imlek, dihadirkan pula Putri dari Gus Dur, yakni Anita Abdurrahman Wahid. Dalam diskusi tersebut, Anita bercerita tentang Gus Dur yang mengambil keputusan untuk melegalkan perayaan Imlek di Indonesia.

“Gus Dur menerapkan bahwa agama yang dia anut adalah Islam rahmat lil alamin, bukan sebagai Islam sebagai rahmat bagi umat muslim saja,” terang dia di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jumat (27/2) malam.

Anita juga bercerita tentang bagaimana dia mengambil jurusan kuliah. “Ketika saya bingung kuliah jurusan apa, saya tanya ke Gus Dur. Akhirnya dia menyarankan saya untuk masuk jurusan sastra Cina,” kata Anita.

Di situ Anita merasakan bahwa kaum Tionghoa benar-benar terdiskriminasi. Dia menyebutkan, pemerintah waktu itu tidak memperbolehkan adanya pelajaran budaya Tiongkok, pemerintah hanya memperbolehkan belajar bahasanya saja.

Dia semakin sedih dengan adanya beberapa kelompok yang mengatasnamakan islam yang melarang perayaan Imlek dan menerima angpau.

“Padahal Imlek tidak ada hubungannya dengan agama. Imlek adalah festival petani yang kala itu merayakan datangnya musim semi. Sungguh tidak relevan jika kita memerangi perayaan Imlek,” kata dia heran. (ade)

You might also like

Comments are closed.