Antara Caleg Eks Koruptor dengan SKCK Pendaftar Seleksi CPNS

Apa Boleh Buat?

Ada pula yang membandingkan diperbolehkannya eks koruptor mencalonkan diri jadi legislator dengan persyaratan SKCK bagi pendaftar CPNS

TIGA eks koruptor diketahui masuk dalam daftar calon tetap (DCT) yang telah ditetapkan KPU Jawa Tengah. Mereka adalah sebagian dari 38 nama calon anggota legislatif mantan narapidana koruptor di seluruh Indonesia.

Kemunculan nama-nama mantan koruptor pada daftar calon anggota legislatif itu usai Mahkamah Agung mengabulkan gugatan uji materi (judicial review) atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018, pada 2 September 2018. Salah satu pasal dalam PKPU itu mengatur larangan eks koruptor mengikuti Pemilihan Legislatif 2019.

Diketahui jumlah DCT untuk pemilihan anggota legislatif Jawa Tengah 2019 sempat berkurang tiga, dari 1.322 pada daftar calon sementara (DCS) menjadi 1.319. Satu orang mengundurkan diri, dua lainnya gagal memenuhi syarat pencalonan. Namun pascaputusan Mahkamah Agung, KPU Jateng memasukkan tiga baru daam DCT yang ditetapkan 20 September 2018. Salah satunya Mudatsir.

caleg eks koruptor
Mudatsir. (foto: metrojateng/Fariz Fardianto)

Mudatsir pernah dipenjara di Lapas Kedungpane Semarang atas vonis tindak pidana korupsi dana hibah KONI untuk Persipa (Pati) tahun anggaran 2012. Nilainya sebesar Rp 300 juta.

Kemunculan nama eks koruptor itu memicu berbagai reaksi. Ada yang sepakat dengan Mahkamah Agung lantaran mantan koruptor telah melakoni proses pemasyarakatan di penjara. Tapi tak kurang pula yang tidak sependapat lantaran kemungkinan calon tersebut mengulang tindak pidana tang sama. Ada pula yang membandingkan dengan persyaratan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi pendaftar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Jika mantan koruptor boleh mencalonkan diri menjadi anggota legislatif, lalu apa gunanya syarat SKCK bagi CPNS? Namun itu sudah diputuskan oleh yang berwenang. Apa boleh buat?” begitu kira-kira nada protes yang beredar.

Bicara SKCK bagi CPNS, pertengahan pekan ini kantor-kantor polisi “dihiasi” antrean pemohon surat keterangan itu. Bagaimana tidak, peminat seleksi CPNS setiap tahun sangat tinggi. Tahun ini, sampai-sampai website sscn.bkn.go.id sempat mengalami gangguan.

Lowongan CPNS tahun ini sendiri didominasi formasi guru. Disediakan formasi khusus untuk mereka yang telah mengabdi sebagai tenaga honorer K2. Pertengahan pekan ini, tampak guru-guru honorer mengurus syarat pendaftaran.

infografik: Alvin Wahyu (magang)

Di Kota Semarang sendiri dibuka 709 formasi lowongan CPNS 2018. Sejumlah 364 formasi diperuntukkan bagi guru dan tenaga kependidikan, 255 formasi untuk kebutuhan tenaga kesehatan dan sisanya 79 formasi diperuntukkan bagi tenaga teknis.

Kuota itu sebetulnya masih jauh dari harapan. Sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang mengalami paceklik ASN dan mengajukan mengajukan sekitar 3.000 kebutuhan pegawai ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Tetapi apa boleh buat. (*)

You might also like

Comments are closed.