Antisipasi Pelanggan Kehabisan BBM di Jalan Tol, Ini Langkah Pertamina MOR IV

Pertamina MOR IV Jateng dan DIY melakukan langkah antisipasi kenaikan konsumsi BBM selama libur panjang.

SEMARANG – Pertamina MOR IV Jateng dan DIY memastikan stok BMM selama long weekend cuti bersama pada 28-1 November aman.

Pejabat sementara (Pjs.) Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR IV, Kevin Kurnia Gumilang, mengatakan, kondisi stok di seluruh Fuel Terminal dalam keadaan aman.

Dijelaskannya, untuk kondisi saat ini kenaikan konsumsi BBM, saat libur panjang tidak akan terlalu tinggi atau sekitar 12.500 KL per hari.

“Saat pandemi kita pernah mengalami penurunan hingga 7000 KL perhari, Prediksi kenaikan rata normal sebelum pandemi.
12.500 kl,” ujarnya.

Dikatakannya, penyaluran harian BBM di Jawa Tengah untuk Gasoline yaitu 10.119 KL dan Gasoil 5.462 KL. Sedangkan penyaluran harian LPG di Jawa Tengah berada di angka 3.756 Metric Ton (MT) per harinya,

“Menjelang cuti bersama PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Bagian Tengah mengantisipasi kebutuhan BBM dan LPG dengan menyiagakan stok dan memastikan kelancaran distribusi,” katanya, Senin (26/10).

Pertamina di wilayah Jawa Bagian Tengah melayani penyaluran BBM melalui 788 SPBU Reguler serta LPG melalui 502 Agen, 42.584 pangkalan LPG PSO dan 7.342 outlet LPG Non PSO yang tersebar di seluruh Jawa Tengah.

“BBM dan LPG di Jawa Tengah didukung oleh enam Fuel Terminal yang berada di wilayah Semarang, Cilacap, Boyolali, Maos, Tegal dan Lomanis,” imbuhnya.

Dia menambahkan, Pertamina MOR IV menyiapkan menyiapkan tiga mobil pick up untuk mobilisasi dan berjaga-jaga jika ada konsumen yang kehabisa BBM di sepanjang tol Trans Jawa.

Keempat mobil Pick Up disiapkan di empat pintu tol yakni di Tegal, Semarang, dan Colomadu.

“Hal itu kita lakukan karena di dalam tol trans jawa, jarak antar SPBU cukup panjang,” imbuhnya.

Khusus untuk LPG, Kevin menambahkan, Pertamina akan terus memantau kebutuhan masyarakat mengingat selama cuti bersama diperkirakan aktivitas konsumen atau masyarakat akan meningkat. Apabila ada kenaikan permintaan LPG maka Pertamina akan menyiapkan penambahan pasokan.

“Pertamia juga mengimbau bagi masyarakat yang berkemampuan ekonomi kategori mampu tetap menggunakan LPG non subsidi yaitu varian bright gas. LPG 3 kg bersubsidi hanya bagi kalangan miskin atau tidak mampu,” tambah Kevin.(asi)

You might also like

Comments are closed.