Apes Kas! Duite Mbah Rambat Rp 83 Juta ‘Diuntal’ Mesin ATM

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Modus pembobolan uang nasabah bank dengan modus kartu ATM tertelan kembali muncul di Semarang. Korbannya kali ini adalah Rambat Pramono (62), warga Ringin Telu RT 01 RW 01, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, yang mengaku kehilangan uang Rp 83 juta saat bertransaksi di ATM Bank BII SPBU Manyaran.

Awalnya, korban hendak melakukan pengambilan uang di mesin ATM yang berada di SPBU Manyaran, Rabu (20/5) sekitar pukul 17.30. “Saya sudah masukkan kartu ATM ke mesin. Tapi tidak dapat melakukan transaksi,” kata dia kepada petugas SPKT Polrestabes Semarang, Kamis (21/5).

Tak lama kemudian, korban didatangi oleh seseorang tak dikenal. Orang tersebut kemudian mengarahkan korban untuk menelepon nomor HP yang tertera di mesin ATM.

Di tengah kebingungannya tersebut, korban mengikuti saran seseorang tak dikenal itu. Kemudian ia menelepon nomor tersebut. “Saya telepon, ada orang menjawab mengaku dari Bank BII. Lalu saya dipandu untuk memasukkan beberapa nomor. Saya mengikutinya,” imbuhnya.

Usai mengikuti panduan orang di ujung telepon, korban meninggalkan bilik ATM tanpa kartu ATM miliknya karena masih tertinggal di dalam mesin.

“Pas sampai rumah saya telepon call center, malah diberitahu uang di tabungan sudah berkurang tanpa saya ketahui. Jumlahnya Rp 83.360.000,” keluhnya.

Korban pun sempat panik saat mengetahui informasi tersebut. Dia lalu disarankan melaporkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib. (yas)

You might also like

Comments are closed.