Apindo Legawa Terima Kenaikan UMK Semarang 14 Persen

Demo buruh di Jalan Pahlawan, Senin (26/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Demo buruh di Jalan Pahlawan, Senin (26/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

 

METROSEMARANG.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah mengaku legawa menerima penetapan upah minimum kota (UMK) 2016 untuk Kota Semarang sebesar Rp 1,9 juta. Penetapan upah tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Gubernur Ganjar Pranowo, unsur pelaku usaha, perwakilan buruh serta dinas terkait.
Menurut Ketua Apindo Jawa Tengah, Frans Kongi, UMK untuk wilayah Semarang senilai Rp 1,9 juta merupakan opsi terbaik bagi pelaku usaha maupun buruh.
“Kami tidak keberatan dengan keputusan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,” ujar Frans, saat dihubungi metrosemarang.com, Sabtu (21/11).
Ia mengungkapkan dengan adanya penetapan UMK bagi Kota Semarang sebesar itu maka upah pekerja swasta pada tahun depan naik 14,6 persen, dibanding 2015 masih sekitar Rp 1,6 juta. “Naik 14 persen lebih itu kami rasa cukup imbang bagi kelangsungan dunia usaha,” kata Frans.
Meski begitu, ia tak memungkiri bahwa adanya kenaikan UMK 2016 di Semarang masih memberatkan pengusaha di sektor UMKM dan padat karya. Solusinya, kata Frans, pengusaha yang kesulitan menyesuaikan penaikan upah tersebut disarankan untuk mengajukan kompensasi kepada Gubernur Ganjar.
“Satu hingga dua perusahaan masih ada yang keberatan tapi mereka sebaiknya langsung mengajukan penangguhan kepada Gubernur Ganjar,” terang Frans.
Lebih jauh, Frans mengemukakan naiknya UMK 2016 juga akan menggoyang industri padat karya di Kabupaten Demak. Pasalnya, pemangku wilayah setempat telah menetapkan besaran upah mencapai Rp 1,7 juta per bulan.
Frans berharap penetapan UMK 2016 di 35 kabuaten/kota tak lagi menimbulkan pro kontra bagi buruh pabrik. Sebab, UMK yang diberlakukan tahun depan sudah menghitung semua komponen harga kebutuhan pokok hingga inflasi yang terjadi saat ini. (far)
You might also like

Comments are closed.