APK Ilegal Marak, Baru 20 Persen yang Dicopot

 

Salah satu APK ilegal yang tertempel di kawasan Banjir Kanal Barat. Hingga dua pekan jelang masa tenang, Panwaslu baru membereskan sekitar 20 persen APK ilegal di Semarang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Salah satu APK ilegal yang tertempel di kawasan Banjir Kanal Barat. Hingga dua pekan jelang masa tenang, Panwaslu baru membereskan sekitar 20 persen APK ilegal di Semarang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

 

METROSEMARANG.COM – Mendekati masa tenang kampanye Pilkada serentak, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang mengebut penertiban alat peraga kampanye (APK) ilegal yang masih menempel di sejumlah jalan raya. Keterbatasan peralatan dan personel menjadi kendala, sehingga sampai saat ini baru sekitar 20 persen yang dibersihkan.

Pembersihan alat peraga kampanye ilegal ini melibatkan petugas gabungan dari unsur Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Panwas, Kesbangpolinmas, Satpol PP, Dinas PJPR, Dinas Perhubungan Kota Semarang, Kepolisian, dan Dinas Pertamanan setempat.

Ketua Panwas Kota Semarang Muhammad Amin menuturkan pembersihan peraga kampanye ilegal sesuai Pasal 26 ayat 1 PKPU ini akan menyasar belasan jalan raya yang ada di Ibukota Jateng. “Kami akan menertibkan APK yang dipasang oleh pasangan calon tanpa melibatkan KPU,” tegas Amin, Kamis (26/11).

Menurutnya, jalan raya yang jadi sasaran penertiban APK ilegal antara lain ruas Jalan Pemuda tepat di sekitar Balai Kota Semarang, S.Parman, Sultan Agung, Kaliwiru, Setiabudi-Kodam IV Diponegoro, Pandanaran, Ahmad Yani, Majapahit, Supriyadi, Soekarno-Hatta, Citarum, Dr. Cipto, Kartini-Kampung Kali, Thamrin-Paragon Mall-dan kembali ke Balai Kota.

“Kami akan membagi tim penertiban menjadi dua regu,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa aksi penertiban juga dibantu dua unit mobil tangga (truck crane) milik dinas PJPR.

Ia menargetkan bakal memberangus 6.900 APK ilegal sebelum memasuki masa tenang maupun hari H Pilwakot Semarang 2015. “Tapi sementara ini baru bisa menertibkan 20 persen dari total target yang ingin kami capai sebelum masa tenang kampanye,” ungkap Amin.

KPU, kata Amin, baru-baru ini telah menertibkan 15 baliho raksasa di jalan raya Semarang yang berisi tulisan bernada provokatif. “Alat kampanye yang diturunkan karena ketidakdisiplinan, ketidaksadaran, dan selalu dilanggarnya peraturan oleh pendukung paslon yang kerap kembali memasang APK setelah diadakan penurunan,” bebernya. (far)                                                                                      

 

 

 

You might also like

Comments are closed.