Aprindo Minta Kaji Ulang Larangan Penjualan Minuman Beralkohol

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meminta Kementerian Perdagangan RI dapat mengkaji ulang kebijakan larangan penjualan minuman beralkohol dengan kadar alkohol di bawah 5 persen di minimarket.

Wakil Sekjen Aprindo Satria Hamid mengatakan, pelarangan penjualan minuman beralkohol tersebut bisa merusak tata niaga perdagangan produk itu sendiri. “Kita melihat aturan ini harus dikaji ulang, karena tata niaga perdagangan produk ini sudah transparan dan terukur,” kata Satria dalam rilisnya.

Menurut Satria, pemerintah harus memberikan penjelasan yang lebih baik terhadap masyarakat terkait peraturan tersebut. Dia mencontohkan, di daerah yang punya potensi pariwisata seharusnya diberikan kelonggaran khusus, karena mareketnya jelas.

“Tidak mungkin ritel menjual tapi permintaanya tidak ada. Kalau ada larangan, akan menghambat iklim investasi. Sebab banyak Pemda yang meminta untuk menjual dan masyarakatnya memang ingin ada produk tersebut,” paparnya.

Peritel telah berkomitmen akan memenuhi ketentuan Permendag No.20/M-DAG/PER/4/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol, pasal 15 dan pasal 16 dalam Permendag tersebut.

“Pertama, penempatan minuman beralkohol golongan A ditempatkan pada tempat khusus dan terpisah dengan produk lainnya dan diberi sticker atau tanda batas usia pembeli 21 tahun atau lebih. Kedua, dalam meletakkan minuman beralkohol golongan A, konsumen tidak boleh lagi mengambil produknya sendiri melainkan melalui petugas. Ketiga, konsumen wajib menunjukkan KTP ketika melakukan transaksi pembelian minuman beralkohol,” tandasnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.