Aptrindo Beri Pelatihan Khusus pada Sopir Truk

METROSEMARANG.COM – Kasus kecelakaan dewasa ini kerap melibatkan sopir angkutan darat atau truk. Penyebabnya tidak sekadar naas tapi juga karena keterampilan dan perilaku sopir yang belum mumpuni saat berkendara.

Aptrindo dan Truck Magazine menggelar pelatihan safety driving dan defensive driving kepada sopir truk di Truck Magazine School di Hotel Patra Jasa Semarang. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Hal itu mendorong Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) dan Truck Magazine untuk menggelar Truck Magz School atau pelatihan bagi sopir, mekanik hingga manajer pengadaan di perusahaan angkutan darat di Hotel Patra Jasa Semarang.

Sebanyak lebih dari 77 peserta dari masing-masing profesi tersebut mengikuti pelatihan dan pembinaan dari pemateri di bidang angkutan darat.

“Ada dua jenis pelatihan bagi sopir truk yaitu safety driving dan defensive driving. Sebab, supir truk itu tidak cukup hanya terampil berkendara, tapi juga harus memiliki perilaku yang baik saat mengemudi,” kata Ketua Aptrindo Jawa Tengah, Chandra Budiwan.

Perilaku yang perlu diperhatikan pengemudi truk di antaranya harus bisa mengendalikan emosi, sabar, dan jangan mudah terprovokasi saat mengemudikan kendaraan.

“Maka bersama Truck Magazine melalui kegiatan ini kami ingin mengedepankan edukasi kepada para ujung tombak di perusahaan angkutan darat mulai dari sopir, mekanik hingga manajer pengadaan. Sebab, kondisi truk juga perlu diperhatikan seperti mesin hingga ban,” katanya.

Truck Magazine School tersebut digelar di empat kota di Indonesia. Selain Semarang juga dilaksanakan di Cilegon, Jakarta, dan Surabaya.

General Manager Truck Magazine, Ratna Hidayati mengatakan, alasan pihaknya memilih lokasi pelatihan di empat kota itu karena di sana merupakan jalur distribusi terpadat di Pulau Jawa yang sering dilewati angkutan darat.

“Empat kota itu menjadi target utama kami. Kerap terjadi kecelakaan disana, dan faktor penyebabnya antara lain kurangnya edukasi ke pengemudi truk,” jelasnya.

Maka itu, lanjut dia, perlu sosialisasi tentang safety driving dan defensive driving kepada mereka. Sehingga, mereka bisa mengelola potensi risiko kecelakaan. (ang)

You might also like

Comments are closed.