Arifin Buka Toko Mebel berkat Emas Curian

Dua pencuri emas yang ditangkap Tim Reskrim Polrestabes Semarang. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Dua pencuri emas yang ditangkap Tim Reskrim Polrestabes Semarang. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Arifin (30), pembantu rumah tangga yang diringkus Tim Polrestabes Semarang ini mengaku sempat menikmati uang hasil penjualan emas majikannya untuk membuka usaha mebel. Sayang, bisnisnya tak berumur panjang karena dirinya harus berurusan dengan polisi.

Warga Dukuh Mendak, Gunung Kidul itu mengaku  sudah bosan menjadi pembantu dan ingin memiliki usaha mabel sendiri di desanya. Akhirnya, dia nekat mencuri emas batangan milik majikannya, Nurita Aryuni (49) warga Jalan Bromo No 4 Gajahmungkur.

“Bersama Purwanto, emas tersebut saya gadaikan seharga Rp 81,5 juta. Niat saya setelah sukses nanti saya kembalikan. Makanya saya gadaikan bukan saya jual. Tapi, malah sekarang ketangkep,” tutur Arifin di Mapolrestabes Semarang, Selasa (30/12).

Arifin mengaku uang tersebut sudah dipergunakan untuk  membeli kayu dan peralatan pembuat furniture. Setelah mencuri, tanpa berdosa  ia  pun masih bekerja di rumah majikannya itu. “Saya sudah bekerja 11 tahun, kalau saya langsung keluar nanti ketahuan. Usaha mabel saya belum sempat berjalan, sudah ketangkap duluan,” imbuh Arifin.

Arifin pun kini harus kembali merana, kedoknya terbongkar. Bahkan, 160 lempeng kayu jati tonggak yang sedianya akan digunakan untuk usaha mebel miliknya juga ikut diamankan petugas sebagai barang bukti, berikut  uang Rp 1 juta, resi pegadaian, alat pemotong kayu, dan kompresor.

“Akibat perbuatannya, pelaku ini kita jerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono. (yas)

You might also like

Comments are closed.