Arkeolog: Pasar Johar Harus Dikembalikan Seperti Semula

Ufi Saraswati Foto: metrosemarang.com/dok
Ufi Saraswati
Foto: metrosemarang.com/dok

SEMARANG – Rencana merenovasi bangunan Pasar Johar yang ludes terbakar pada Sabtu (9/5) malam, harus dilakukan secara hati-hati. Sebab, pasar tersebut merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah.

Menurut arkeolog Dra. Ufi Saraswati MHum, bangunan Pasar Johar merupakan cagar budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan. Sehingga mengingat kondisi pasar yang kini sudah hangus karena insiden kebakaran, seharusnya dikembalikan sesuai bentuk dan fungsinya.

“Bangunan sejarah Pasar Johar Semarang sangat perlu dijaga. Pasar Johar merupakan salah satu bangunan bersejarah cagar budaya yang dapat dinilai dari sejarah dengan arsiteknya yang dahulu dibangun oleh Ir. Thomas Karsten arsitek Belanda,” terangnya kepada metrosemarang.com, usai mengisi Workshop Hasil Penelitian Koleksi Museum Arca Budha Jawa Tengah di Museum Ranggawarsita Semarang, Selasa (12/5).

Ia menambahkan, pada pembangunan Pasar Johar, Thomas Karsten merancang bangunan yang sangat modern saat masanya dan tak melepaskan kultur masyrakat setempat. Rancangannya juga terbilang unik, yakni sebuah pasar dengan ventilasi udara yang sangat bagus, dengan adanya kolom Cendawan dan Latern guna mengantisipasi panas yang disebabkan keramaian pasar.

“Kita pernah mengedukasi kepada para pedagang dan masyarakat sekitar untuk ikut menjaga bangunan cagar budaya Pasar Johar, dan mereka dapat menerima dengan baik,” tambah Dosen Sejarah Kuno Unnes tersebut. (ans)

You might also like

Comments are closed.