Arkeolog Temukan Keramik Peninggalan Dinasti Ching di Kawasan Kota Lama

Seorang pekerja sedang membersihkan temuan atau artefak yang ditemukan di lokasi penggalian di belakang kantor Perum Damri, Semarang (06/09) (foto: Metro)
Seorang pekerja sedang membersihkan temuan atau artefak yang ditemukan di lokasi penggalian di belakang kantor Perum Damri, Semarang (06/09) (foto: Metro)

Setelah berhasil menemukan dinding benteng tua yang sudah terpendam ratusan tahun pada Jum’at (5/9) lalu,  penggalian Tim Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta di kawasan Kota Lama Semarang kembali membuahkan hasil. Kali ini para peneliti menemukan sejumlah keramik antik berupa peninggalan Dinasti Ching  di lokasi penggalian.

Menurut para peneliti, keramik antik tersebut diduga digunakan oleh Dinasti Ching pada abad ke-8. Peneliti berpendapat, penemuan tersebut menegaskan bahwa saat itu  dinasti Ching masih sangat berkuasa.

Ketua Tim Penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta, Novida Abas, mengungkapkan selain berhasil menemukan keramik antik peninggalan dinasti Ching, timnya juga menemukan keramik-keramik antik peninggalan Belanda pasca perluasan wilayah penjajahan tahun 1824. “Di tahun 2012 lalu, kita juga sempat menemukan dua keping mata uang logam peninggalan zaman VOC di tahun 1800-an,” ujarnya, Senin (8/9).

Sepanjang  tahun 2014 ini, pihaknya  bersama delapan tim penggalian di Kota Lama Semarang sudah menemukan sejumlah barang antik lainnya, seperti  fragment kaca peninggalan Belanda, logam, tembikar, bahkan sejumlah tulang binatang. “Ada ratusan pecahan kaca atau fragment yang kita temukan. Dan kini masih digabung-gabungkan untuk memperoleh informasi terbarunya,” imbuhnya.

Rencananya penggalian di kawasan Kota Lama Semarang tersebut akan berakhir 13 September 2014 mendatang. Saat ini sendiri timnya masih fokus melakukan penelitian di dua wilayah, yakni di lahan kosong milik PT. Gas Negara, dan di lahan Perum Damri. “Dari dua lahan tersebut masih dimungkinkan menemukan benda antik lainnya. Kita masih terus fokus melakukan penggalian,” pungkasnya. (Yas)

You might also like

Comments are closed.