Arus Balik di Pelabuhan Tanjung Kendal Masih Sepi

METROSEMARANG.COM – Jika di pelabuhan lain selalu ramai dan padat saat arus balik, berbeda dengan yang terlihat di Pelabuhan Tanjung Kendal. Suasana arus balik di pelabuhan penyeberangan Sabtu (1/7) siang justru sepi. Diperkirakan puncak arus balik di pelabuhan ini akan terjadi Senin pekan depan.

Suasana arus balik di Pelabuhan Tanjung Kendal, Sabtu (1/7). Foto: metrojateng.com

KM Kalibodri ini baru kali pertama mengangkut penumpang arus balik dari Pelabuhan Penyeberangan Kendal Sabtu (1/7) siang. Hanya 80 penumpang saja yang berangkat kembali ke Kumai Kalimantan Tengah dan empat truk bermuatan sembako.

Sejumlah penumpang mengaku memilih pulang lebih awal agar tidak saling desak desakan saat masuk ke kapal. Selain itu sejumlah pemudik ini mengaku harus mulai bekerja pada hari Senin mendatang sehingga kembali ke Kumai pada Sabtu siang.

“Biar tidak desak-desakan mas kalau pas ramai tidak nyaman saja,” kata Mustafa, pemudik asal Jawa Timur ini.

Sementara pemudik lainnya mengatakan, sudah harus berangkat kerja. Jika tidak segera kembali ke Kumai bisa dimarahai sama majikannya. “Sudah mulai kerja jadi harus kembali sekarang,” ujar Miskiyah, pemudik asal Wonosobo.

Kepala Pelabuhan Penyeberangan Kendal, Andi Rahmat mengatakan penumpang arus balik pada pemberangkatan pertama KM Kalibodri masih sepi. “Dari kapasitas 350 penumpang hanya diisi 80 penumpang saja. Sedangkan kendaraan yang diangkut empat truk bermuatan sembako, tujuh sepeda motor dan dua mobil pribadi,” katanya.

Dikatakan Andi, puncak arus balik melalui pelabuhan penyebrangan ini diperkirakan akan terjadi pada pemberangkatan kedua dan ketiga. “Pemberangkatan KM Kalibodri kedua akan dilakukan tanggal 4 Juli dan pemberangkatan ketiga pada tanggal 8 Juli,” imbuh Andi.

Pelabuhan penyeberangan Kendal sendiri sudah dua tahun terakhir melayani penumpang yang mudik dan balik dari Kumai Kalimantan Tengah. Perjalanan ke Kumai dari Pelabuhan Kendal memakan waktu hampir 24 jam dengan menggunakan KM Kalibodri. Kebanyakan penumpang berasal dari Wonosobo, Temanggung dan sejumlah wilayah di Jawa Timur. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.