Asem-Asem Riyen, Sajikan Kuliner Kuno dalam Kemasan Modern

Beragam masakan tempo dulu dihadirkan di Restoran Asem-asem Riyen. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Beragam masakan tempo dulu dihadirkan di Restoran Asem-asem Riyen. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

METROSEMARANG.COM – Banyak bermunculannya restoran modern ternyata tak membuat salah seorang pengusaha kuliner asal Kaliwungu Kendal  ragu membuka rumah makan dengan konsep tempo dulu di Kota Semarang. Diberi nama ‘Asem-asem Riyen’, rumah makan yang terletak di Jalan MH Tamrin No 2 Semarang tersebut benar-benar menawarkan sajian makanan yang berbeda.

Bagaimana tidak, selain Asem-asem, menu makanan yang terdengar asing di telinga seperti Momoh dan Bulhar disajikan rumah makan yang baru dibuka hari Kamis (21/1) ini. Owner Asem-asem Riyen, Abdul Rahman mengatakan, menu tempo dulu sengaja dipilih untuk kembali mengenalkan masakan khas jawa yang sudah mulai dilupakan. Resep yang digunakannya pun merupakan resep yang sudah turun-temurun dan bisa dibilang kuno.

“Kami ingin kembali mengenalkan masakan-masakan khas Jawa lama. Oleh karena itu konsep tempo dulu dipilih. Resepnya juga asli warisan leluhur, tidak ada yang berubah,” kata pria yang akrab disapa Pak Ayik tersebut saat grand opening Asem-asem Riyen.

Harga yang ditawarkan pun tergolong berani, yakni berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 250 ribu untuk menu dengan porsi ramai-ramai. Selain sejumlah masakan tempo dulu, masakan rumahan seperti ayam goreng dan berbagai lalapan juga ada di Asem-asem Riyen.

Selain itu, tempat yang luas dengan kapasitas mencapai 100 orang membuat rumah makan tersebut terasa sangat nyaman. Tentu sejumlah fasilitas seperti musala, free wifi dan parkir luas menjadi daya tarik tersendiri.

“Kami berharap, rumah makan ini membawa atmosfer yang berbeda di Kota Semarang. Semoga ke depannya terus ada peningkatan,” tandas Abdul Rahman. (yas)

You might also like

Comments are closed.