Asna Istifada, si Moody Penggemar Farah Quinn

TAK semua orang menyukai proses. Sebagian lebih berorientasi pada hasil dan justru abai pada proses untuk mencapai hasil. Tapi tidak demikian bagi Asna Istifada, dara cantik ini justru sangat menikmati proses hidupnya.

Meski mengaku masih belum menemukan passion dalam hidupnya, Asna begitu ia biasa disapa, tak merasa tidak nyaman dalam hidupnya. Ia menikmati kehidupannya sebagai mahasiswi pascasarjana di UIN Walisongo, juga kehidupannya sebagai seorang anak rumahan.

Asna Istifada Foto: dok pribadi
Asna Istifada
Foto: dok pribadi

“Kalau lihat orang lain, mereka bisa dengan mudah nemuin apa yang mereka cari tapi aku agak susah ya,” tuturnya saat ditemui metrosemarang.com, baru-baru ini.

Gadis kelahiran Magelang, 11 Desember 1990 ini, sebenarnya hobi memasak. Namun terkadang hobinya tersebut harus berbenturan dengan keinginan ibunya. “Kadang aku ingin itu, tapi ibu ingin ini, jadi ya tetap harus nurut,” ucapnya.

Penggemar Farah Quinn ini juga diam-diam menyimpan harapan untuk bisa menjadi seperti idolanya tersebut. Menurutnya Farah Quinn mampu memilih jalan yang sama sekali berbeda dengan kehidupan yang dijalaninya sebelum menjadi seorang chef.
“Dia kan kuliahnya juga bukan di bidang kuliner,” imbuh Asna, yang rajin mengoleksi buku resep masakan.

Baginya meski belum punya keberanian untuk memutuskan apakah akan menekuni hobinya di bidang kuliner atau tidak, tapi ia tidak merasa membuang-buang waktunya. “Tidak semua orang bisa cepat dalam memulai langkahnya,” tukas Asna yang mengaku tipe moody atau gampang berubah suasana hatinya ini.

Hal ini pula yang membuatnya hati-hati dan lebih memilih menikmati proses hidup dari pada terburu-buru melangkah. (yulikha elvitri)

You might also like

Comments are closed.