Astra Dorong Budidaya Beras Organik ‘Go Internasional’

*Lewat Desa Binaan di Kabupaten Semarang

PANEN BERAS ORGANIK – (kanan-kiri) Paulus C Wijanarko, Koordinator Wilayah Grup Astra Semarang; Yulianto, Koordinator Sigap Jateng-DIY; Indra, Perwakilan Insan Madani; dan Raymond Aditya,  Property Management Head Resta 456 (Rest Area Astra), disela Panen Raya Padi Organik, di Desa Sejahtera Astra Al Barokah, Susukan, Kab. Semarang, Kamis (8/4/2021). Foto : ist/metrosemaran.com

SEMARANG- Astra terus mendorong hasil budidaya beras organik pada desa binaannya untuk ‘go internasional’. Salah satunya pada produk beras organik di 5 desa binaan Astra yang dikelola Paguyuban Petani Al Barokah, di Desa Susukan, Kabupaten Semarang, yang mulai merambah pasar ekspor ke Timur Tengah.

Property Management Head Resta 456 (Rest Area Astra), Raymond Aditya mengatakan, melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA), Astra ingin memberikan kontribusi positif terhadap program pemerintah Indonesia yang telah dimulai sejak tahun 2018 hingga sekarang. Tujuannya untuk meningkatkan potensi desa agar memiliki produk unggulan yang dapat diserap di pasar nasional maupun internasional.

“Ekspor perdana beras organik oleh Paguyuban Petani Al Barokah ke Timur Tengah ini menjadi salah satu bukti keberhasilan Desa Sejahtera Astra dalam mewujudkan programnya,” katanya, disela Panen Raya Padi Organik sekaligus Getting Commitment Export, di Desa Sejahtera Astra Al Barokah, Susukan, Kab. Semarang, Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, Desa Sejahtera Astra tidak lepas dari Semangat Astra dalam mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan kapasitas produk unggulan, serta kualitas ekonomi masyarakat desa, khususnya masyarakat pesantren. Fokus pembinaan Desa Sejahtera Astra dimulai dari pelatihan, penguatan kelembagaan, bantuan prasarana, penguatan produk ekspor serta fasilitasi modal dengan masa pembinaan selama 3 tahun.

“Dalam program ini, Astra melibatkan Start Up, Perusahaan Mitra, dan Komunitas yang berfungsi sebagai pendamping sekaligus offtaker produk unggulan desa. Selain itu, kami juga menggandeng warga Nahdliyin melalui pondok pesantren untuk menjadi Pembina Desa Sejahtera Astra,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, telah terbina 755 DSA yang tersebar di 135 Kabupaten dan 34 Provinsi di Indonesia yang terbagi dalam 4 klaster, yaitu Agrikultur, Olahan dan Komoditas sebanyak 390 desa; Kopi sebanyak 67 desa; Kelautan dan Perikanan Tangkap sebanyak 133 desa; dan Wisata, Kriya, dan Budaya sebanyak 165 desa.

“Khusus di DSA Paguyuban Petani Al Barokah, saat ini berhasil menghimpun 1.928
masyarakat terpapar program, dan 571 tenaga kerja baru, melalui kegiatan pertanian organik, dengan peningkatan pendapatan masyarakat 87%, serta serapan produk di pasar nasional 100%,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Kelompok Tani Al Barokah, Mustofa mengaku, pihaknya siap memenuhi pasar ekspor beras organik. Ekspor perdana ke Timur Tengah ini menjadi jembatan rejeki bagi para petani Desa Ketapang.

“Kalau sebelumnya hasil produksi beras organik dikonsumsi para petani sendiri, dan sisanya batu dijual ke pasar lokal Rp15 ribu/kg. Tapi lewat ekspor ini harapannya harga bisa 2 kali lipatnya, sehingga kesejahteraan petani Susukan bisa meningkat,” tandasnya.(eff)

You might also like

Comments are closed.