Asyik, Penderita Kanker di Semarang Kini Bisa Berobat Gratis


METROSEMARANG.COM – Setelah meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC) beberapa waktu lalu di RSUD KRMT Wongsonegoro, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan kembali angin segar khususnya bagi warga penderita kanker. Penderita kanker apa saja dapat berobat gratis melalui program UHC tersebut, termasuk kanker payudara yang menjadi “momok” penyakit perempuan.

Talk show kanker payudara di Balai Kota Semarang, Senin (4/12). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kesehatan menjadi prioritas pembangunan yang ingin terus diwujudkan Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan kesejahteraan warganya. Karena kesehatan dinilainya sebagai modal utama pembangunan.

Menurut Wali Kota yang karib disapa Hendi, tren penyakit kanker payudara di Kota Semarang sangat memprihatinkan. Di tahun 2014 jumlah penderita penyakit ini amat tinggi yaitu sebanyak 1.157 kasus. Maka dari itu harus ada langkah solusi untuk mengurangi bersama-sama.

“Angka tersebut mampu ditekan di tahun 2015 hingga setengahnya menjadi 654 kasus. Namun memprihatinkan, di tahun berikutnya tren ini grafiknya kemudian naik lagi, pada tahun 2016 menjadi 749 kasus. Saya amat prihatin dengan kejadian ini,” urainya saat membuka Seminar dan Talkshow Kanker Payudara di Gedung Balai Kota, Senin (4/12).

“Dengan UHC yang kami luncurkan, harapannya dapat memberikan penanganan yang sifatnya lebih ke arah pencegahan atau preventif dan pengobatan atau kuratif secara gratis. Minimal melakukan tindakan preventif dengan melakukan deteksi dini pemeriksaan payudara,” tandasnya.

Wali Kota Hendi pun menambahkan semua fasilitas ini diberikan secara gratis tanpa syarat-syarat apapun. Namun bila penderita dinyatakan kanker stadium lanjut Pemerintah Kota Semarang tetap memberikan fasiltas berobat dan kemoterapi gratis fasilitas di perawatan kelas 3.

Supaya lebih paham dengan kanker payudara, pada seminar ini didatangkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Dr. Randita, Sp.B dari RS. KRMT. Wongsonegoro, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono.

Dr. Randita dalam paparannya memberikan tips untuk megurangi risiko kanker payudara dengan menerapkan langkah deteksi dini yang disingkat “CERDIK”, yaitu yang pertama cek kesehatan secara berkala (sadari & sadanis), kedua dengan menghindari asap rokok, kemudian diet gizi seimbang dilanjutkan dengan istirahat cukup dan kelola stres.

“Konsumsi serat buah dan sayur, penuhi cakupan vitamin A dan D, konsumsi kedelai pada wanita dewasa, dan aktivitas fisik yang baik juga akan menurunkan risiko kanker payudara,” pungkas Randita. (duh)

You might also like

Comments are closed.